oleh

Pemimpin Qatar Kirim Jawaban atas Tuntutan

PENANEGERI, Desk Internasional- Jawaban pemimpin negara Qatar atas tuntutan Arab Saudi Cs, dikirim melalui perantaraan negara Quwait.

Menteri luar negeri Qatar Sheikh Mohamed bin Abdulrahman al-Thani secara resmi memberikan tanggapan terhadap tuntutan yang dibuat oleh Arab Saudi dan sekutu-sekutunya melaluai Emir Kuwait hari Senin (3/7).

Menurut kantor berita resmi Qatar (QNA), Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah pada hari Senin (3/7) betemu dengan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohamed bin Abdulrahman al-Thani.

Sheikh Mohamed akan memberikan pesan tertulis dari Yang Mulia Emir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani kepada pemimpin Kuwait.

“Pesannya adalah tentang jawaban yang dipersiapkan sebelumnya oleh Negara Qatar dalam daftar tuntutan kolektif yang diajukan oleh Negara Kuwait pada akhir bulan lalu,” tambah Kantor Berita Qatar QNA.

Batas waktu yang diberlakukan oleh negara-negara Arab untuk Qatar untuk memenuhi daftar permintaan 13 poin, adalah kemarin malam.

Negara Kuwait telah memimpin upaya mediasi untuk meredakan krisis Teluk yang meletus pada tanggal 5 Juni 2017  ketika Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik melakukan blokade terhadap Qatar.

Baca Juga  Menlu Qatar : Kami Takkan Bernegosiasi Sampai Blokade Dihentikan

Berbicara kepada wartawan di Roma pada hari Sabtu lalu, Menlu Qatar Sheikh Mohamed telah mengatakan bahwa tuntutan tersebut diajukan untuk ditolak, menambahkan bahwa ultimatum Arab ditujukan untuk tidak menangani terorisme namun  untuk membatasi kedaulatan Qatar.

Namun dia mengatakan Doha tetap siap untuk duduk dan mendiskusikan keluhan yang diajukan oleh tetangga-tetangga terdekat Qatar.

Sementara pihak Amerika Serikat telah mendorong “semua pihak untuk menahan diri agar diskusi diplomatik produktif.

Keretakan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump bertemu dengan para pemimpin Arab di Riyadh dan menyerukan persatuan melawan ancaman regional seperti kelompok militan Islam Iran dan garis keras.

Para menteri luar negeri dari Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain akan bertemu di Kairo pada hari Rabu tanggal 5 Juli 2017 untuk membahas krisis Teluk.

“Atas undangan Menteri Luar Negeri Sameh Shoukry, akan ada pertemuan kuartet para menteri luar negeri Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain di Kairo pada tanggal 5 Juli untuk menindaklanjuti situasi yang sedang berkembang mengenai hubungan dengan Qatar,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir Ahmed Abu Zeid mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga  Inilah 13 Daftar Tuntutan Negara-negara Tetangga Qatar

Jawaban Qatar akan menjadi fokus pertemuan pada hari Rabu 5 Juli 2017 antara menteri dari Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan UEA.

Qatar menyampaikan jawaban resminya terhadap daftar 13 tuntutan dari Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir yang telah memutuskan hubungan dengan Qatar dan memberlakukan embargo darat, udara dan laut di tengah krisis diplomatik yang melanda negara-negara teluk ini.

Keempat negara tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memberlakukan sanksi terhadap negara kecil Qatar pada 5 Juni, dengan tudingan Qatar mendukung “terorisme”.

Tudingan tersebut telah ditolak oleh Doha sebagai tudingan “tidak berdasar”.

Setelah lebih dari dua minggu, empat negara memberi Doha 10 hari, atau sampai Minggu malam, untuk memenuhi daftar permintaan 13 poin dengan ancaman akhir tindakan anti-Qatar. (*)

Komentar

Berita Terbaru