oleh

Pemkab Bireuen Gelar Pemantapan Ideologi dan Bela Negara

-Aceh-13 views

PENANEGERI, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar kegiatan pemantapan Ideologi dan Bela Negara di ruang Oproom Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Selasa (24/10) sekitar pukul 09.15 WIB.

Bupati Bireuen diwakili Asisten I, Mursyid, SP saat membuka kegaiatan tersebut menyampaikan, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang lahir karena kemajemukan dan perbedaan yang dipersatukan oleh kesadaran kolektif untuk hidup sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Perjuangan panjang bangsa untuk bersatu, diwarnai oleh kepahitan dan perjuangan fisik yang panjang dari generasi pendahulu bangsa untuk merdeka.

“Bukanlah hal yang mudah bagi para pendiri negara menyepakati Pancasila, yang merupakan nilai-nilai luhur bangsa sebagai dasar Negara,” ujarnya.

Sebagai dasar negara, sambung Asisten I, Pancasila merupakan Ideologi, pandangan dan falsafah hidup yang harus dipedomani bangsa Indonesia dalam proses penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia.

“Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya merupakan nilai-nilai luhur yang digali dari budaya bangsa dan memiliki nilai dasar yang diakui secara universal dan tidak akan berubah oleh perjalanan waktu,” jelasnya.

Baca Juga  Gelar Operasi Kilat Rencong, Polres Aceh Tamiang Sita Delapan Pucuk Senjata

Bagi generasi penerus, lanjut Mursyid, bukan suatu hal yang mudah mempertahankan komitmen para pemuda pendahulu dan pendiri bangsa dalam memperjuangkan nilai-nilai luhur pancasila. Dinamika perkembangan lingkungan baik global, regional maupun nasional setiap jaman dan era kepemimpinan, sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya pola pikir, pola sikap dan pola tindak generasi muda dalam menyikapi berbagai permasalahan mendasar yang dihadapi bangsa ini.

“Tantangan terbesar generasi penerus saat ini adalah kemajuan teknologi informasi yang sangat cepat. Kemajuan teknologi informasi telah merubah hubungan antar negara dan pola hubungan antar manusia,” paparnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kehadiran internet dan teknologi komunikasi lainnya, memungkinkan manusia berhubungan dan berkomunikasi setiap saat dan tanpa batas. Di satu sisi, hal ini dapat memberikan kontribusi positif bagi proses pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Namun disisi lain, teknologi informasi dapat digunakan sebagai sarana melemahkan ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan suatu negara.

Pemantapan Ideologi dan Bela Negara

Terjadinya krisis kebangsaan, sambung Asisten I, merupakan permasalahan primer bangsa yang segera memerlukan tindakan nyata terhadap situasi dan kondisi Ipoleksosbud Hankam bangsa melalui kegiatan masyarakat dalam rangka menumbuhkan komitmen bersama segenap komponen bangsa menetapkan pencapaian cita-cita nasional, dan memperkokoh rasa kebangsaan warga Negara dalam bingkai NKRI.

Baca Juga  Seng "Kanopi" MPU Aceh Tamiang Roboh

“Pemantapan Ideologi dan Bela Negara tidak hanya tanggung jawab pemerintah tetapi semua komponen bangsa, masyarakat dan generasi muda mempunyai tanggung jawab yang sama sesuai dengan bidang tugas dan kemampuan yang dimiliki, sehingga negara dan bangsa ini dapat berdiri kokoh sampai kapanpun,” tandasnya.

Sebelumnya, ketua panitia pelaksana kegiatan, Kakesbangpol Pemkab Bireuen, Drs Sulaiman, MM menyampaikan maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan pemantapan Ideologi dan Bela Negara tersebut.

“Maksud diselenggarakannya kegiatan ini untuk menyatu padukan visi, persepsi dan interprestasi segenap komponen masyarakat bangsa Indonesia, sehingga dapat mewujudkan satu kesatuan tingkah laku dalam mempersiapkan diri dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya.

Sulaiman menambahkan, kegiatan pemantapan ldeologi dan Bela Negara ini juga bertujuan untuk mewujudkan sikap dan tingkah laku yang menghargai dan menghormati hak-hak orang lain dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang bersatu, kokoh dan tegar dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 orang teridiri dari perwakilan Kodim 0111/Brn, perwakilan Polres Bireuen sejumlah ASN Pemkab Bireuen, perwakilan KNPI dan PP Bireuen. Perwakilan mahasiswa Al Muslim Peusangan, perwakilan dari STIE Kebangsaan. Perwakilan Akbid Munawarah serta perwakilan mahasiswa IAI Peusangan.

Komentar

Berita Terbaru