oleh

Pemko Banda Aceh Cambuk 11 Pelanggar Qanun Jinayat

PENANEGERI, Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh kembali menjalankan Uqubat cambuk terhadap 11 (sebelas) orang pelanggar syariat Islam yang terdiri dari sembilan pria dan dua orang wanita, di halaman Masjid Baitul Musyahadah, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Senin (11/9) sore.

Walikota Banda Aceh, H Aminullah Usman, SE.Ak, MM, sebelum pelaksanaan eksekusi hukuman cambuk menyampaikan, pelaksanaan hukuman cambuk merupakan wujud komitmen Pemko Banda Aceh terhadap penerapan syariat Islam. Sepanjang tahun 2017, telah dilaksanakan enam kali uqubat cambuk, hal ini merupakan bukti bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh bersama masyarakat sangat berkomitmen dalam menegakan syariat Islam.

“Eksekusi cambuk bukan dilakukan untuk menghukum namun untuk memberikan efek jera kepada pelaku, sehingga diharapkan tidak lagi melanggar syariat Islam. Dan kesalahan masa lalu bukan menjadi penghalang di masa mendatang,” ujarnya.

Kepada masyarakat, lanjut Walikota, kami mengingatkan bahwa hukuman ini bukan untuk tontonan dan bahan tertawaan.

Foto : Azmi/Penanegeri Algojo Tengah Mencambuk Seorang Pelanggar Qanun No 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat
Foto : Azmi/Penanegeri
Algojo Tengah Mencambuk Seorang Pelanggar Qanun No 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat

“Hukuman ini sebagai pembelajaran agar tidak mencontoh kesalahan dan kekeliruan para terhukum cambuk,” tandas orang nomor satu di Pemko Banda Aceh tersebut.

Informasi diperoleh Penanegeri.com menyebutkan, kesebelas pelanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat yang terbukti bersalah melakukan ikhtilat (mesum) dan maisir (perjudian) yakni, M Amri (ikhtilat) 26 kali cambuk, Mulyono (ikhtilat) 26 kali cambuk, Ariesditya Eva Jhuliana (ikhtilat) 26 kali cambuk, Mahlil Nasution (maisir) 28 kali cambuk, Khairil Anwar (ikhtilat) 27 kali cambuk, Muhammad (ikhtilat) 27 kali cambuk, Safrijal (ikhtilat) 27 kali cambuk, Pipi binti Nurdin, kasus (ikhtilat) 22 kali cambuk, Mustafa (maisir) 22 kali cambuk, Randa (maisir) 21 kali cambuk, dan Muhammad Jamil (maisir) dihukum 10 kali cambuk.

Turut hadir dalam pelaksanaan eksekusi hukuman cambuk tersebut yaitu Anggota DPRK Banda Aceh, Irwansyah, Kepala Satpol PP/WH Kota Banda Aceh, Yusnardi, S.STP, M.Si, Perwakilan Kajari Kota Banda Aceh, Danposramil Banda Raya, Peltu Zulkarnain, Perwakilan dari Polsek Baiturrahman serta sejumlah tokoh masyarakat, adat dan agama Kota Banda Aceh.

Komentar

Berita Terbaru