oleh

Pemko Langsa Berikan Pelatihan Dasar kepada Pokdarwis

PENANEGERI, Langsa – Pemerintah Kota (Pemko) Langsa bekerjasama dengan LSM Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA), memberikan pelatihan dasar kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gampong Kuala Langsa.

Asisten I Pemko Langsa, Suriyatno, AP.MSP, mengharapkan Pokdarwis menjadi penggerak dan pendukung terciptanya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan serta terwujudnya sapta pesona.

Ia menjelaskan, Kuala Langsa diberkahi dengan alam yang indah, terutama hutan bakau yang luas dengan spesies tanaman bakau yang sangat beragam. Hutan bakau tersebut di bawah pengelolaan KPH 3 yang telah bekerjasama dengan Pemko Langsa untuk dimanfaatkan sebagai salah satu tujuan wisata lingkungan (eko wisata).

Pemko Langsa telah membangun berbagai fasilitas pendukung, sehingga eko wisata mangrove Kuala Langsa dapat menyedot kedatangan wisatawan dalam jumlah yang banyak. Namun Pemko Langsa belum melihat kehadiran wisatawan ke kawasan eko wisata mangrove Kuala Langsa berdampak pada kesejahteraan masyarakatnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar Pemerintah Gampong Kuala Langsa dengan Pokdarwis lebih kreatif dan inovatif memanfaatkan peluang ekonomi tersebut sehingga kehadiran wisatawan mampu mensejahterakan warga. Dalam hal ini Gampong Kuala Langsa bisa mengoptimalkan dana gampong untuk pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui sektor pariwisata. Pemko Langsa juga berharap agar LSM Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA) mempunyai program yang berkelanjutan sehingga kelompok dampingan bisa kuat dan mandiri.

Baca Juga  Pemko Langsa Targetkan Setiap Gampong Miliki Dayah

Perwakilan dari Lembaga Pengkajian, Pemberdayaan, dan Konsultasi (LP2K), Iswantara Adi Nugraha, selaku fasilitator, menyampaikan, bahwa dalam proses pelatihan tersebut teridentifikasi berbagai potensi yang bisa dikembangkan, diantaranya, pemanfaatan boat tradisional atau sampan untuk susur alur, wisata mancing, adopsi mangrove, kuliner, cindera mata khas Kuala Langsa dan lain sebagainya.

Pengembangan potensi tersebut saat ini, katanya, masih menghadapi masalah karena kurangnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat, terbatasnya dana, belum adanya pendampingan dari pemerintah maupun LSM yang bersifat kontingu, dan sikap serta perilaku sebagian masyarakat yang belum pro terhadap pengembangan sektor pariwisata.

“Untuk itu diharapkan Pokdarwis Kuala Langsa dalam waktu secepatnya menindak lanjut pelatihan ini dengan pendampingan lanjutan dari BSUIA,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang panitia pelatihan tersebut, Mutia, menjelaskan, bahwa pelatihan ini dilaksanakan oleh Pemko Langsa yang bekerjasama dengan LSM Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA). Pelatihan yang dilakukan selama dua hari yakni sejak Jumat – Sabtu (11-12 Mei 2018) diikuti oleh 30 orang terdiri dari 19 pengurus beserta anggota Pokdarwis, 5 orang dari Pemerintah Gampong Kuala Langsa dan 6 orang anggota PKK gampong setempat.

Baca Juga  Peringati Harkitnas, Ini yang Disampaikan Wakil Walikota Langsa

Tia panggilan akrab Mutia, juga mengharapkan kepada peserta agar komit mengimplementasikan dokumen perencanaan yang telah disusun dalam pelatihan ini.”Kita akan terus berkomitmen untuk melakukan pendampingan lanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan komitmen yang kuat dari Pokdarwis, Pemerintah Gampong Kuala Langsa, Pemko Langsa, KPH 3, dan BSUIA, maka diyakini akan mampu mewujudkan Gampong Kuala Langsa sebagai gampong wisata unggulan dan berdaya saing yang akan membawa kesejahteraan bagi warganya.

“Hutan bakau lestari, masyarakat sejahtera,” tutupnya.

Dalam pelatihan itu, juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu Presidum Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA), Surayya Kamaruzaman, Kabid Pariwisata Disporapar Kota Langsa, Nusrial, perwakilan KPH 3, Erni, S.Hut dan Intan, S.Hut serta Motivator dan Trainer yakni Rahmah Nur Rizki, S.Psi.

Komentar

Berita Terbaru