oleh

Pemuda Palestina Tewas Ditembak Militer Israel

PENANEGERI, Internasional- Pemuda Palestina tewas dalam demonstrasi menentang langkah pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Korban tewas meningkat menjadi empat orang saat pasukan Israel dengan keras menindak pemrotes Palestina di Gaza yang terkepung dan Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

Media lokal melaporkan bahwa seorang warga Palestina berusia 18 tahun, Muhammad Amin Aqel al-Adam, meninggal setelah ditembak oleh militer Israel pada hari Jumat (15/12) di dekat kota Ramallah di Tepi Barat (West Bank).

Adam diduga berusaha menyerang pasukan Israel.

Warga Palestina lainnya di Tepi Barat yang diduduki Israel tewas dalam situasi serupa beberapa jam sebelumnya. Dua warga Palestina di Jalur Gaza tewas setelah ditembak oleh pasukan Israel selama demonstrasi di perbatasan.

Protes tersebut merupakan tanggapan atas pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember 2017.

Salah seorang pria yang terbunuh, bernama Ibrahim Abu Thurayya yang berusia 29 tahun, telah kehilangan kakinya dalam serangan Israel sebelumnya di jalur yang diblokir itu.

Baca Juga  Presiden Jokowi: Kebijakan Indonesia Terhadap Palestina Tidak Berubah

Orang-orang Palestina mengekspresikan perasaan mereka melalui media sosial untuk menghormati Abu Thurayya.

Orang-orang Palestina juga berbagi video dengan pemrotes yang dibunuh Abu Thurayya yang meminta warga Palestina untuk memprotes pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel, sebuah langkah yang telah banyak dikecam oleh para pemimpin dunia.

Kantor Berita Al Jazeera, yang melaporkan dari Yerusalem Timur yang diduduki, mengatakan seruan untuk bertindak oleh kelompok Palestina dan sebuah tanggapan terpadu oleh negara-negara Muslim telah membantu melakukan demonstrasi tersebut.

Protes juga digelar di seluruh dunia melawan perpindahan ibu kota Israel ke Yerusalem.

Pengakuan tersebut dipandang sebagai pembongkaran dekade kebijakan AS untuk bekerja menuju solusi dua negara untuk Israel dan Palestina, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina.

Presiden Trump mengatakan bahwa rencana ini tidak menghasilkan perdamaian setelah bertahun-tahun melakukan negosiasi.

“Kami tidak dapat memecahkan masalah kami dengan membuat asumsi gagal yang sama dan mengulangi strategi gagal yang sama di masa lalu.” (*)

Komentar

Berita Terbaru