oleh

Penelitian Mahasiswa IPB Tentang Kultivasi Spirulina Platensis, Antikanker Kelenjar Getah Bening

PENANEGERI, Kesehatan – Meski ini sifatnya barulah penelitian akademis, namun penelitian mahasiswa IPB bernama Juhrotul Aeniah, mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menarik, karena melakukan penelitian pada kultivasi alga hijau biru (Spirulina Platensis) di media organik. Alga Hijau Biru (Spirulina platensis) ini sendiri telah dikenal berpotensi sebagai antikanker.

Dikutip dari laman Viva.Co.Id, Penelitian mahasiswa IPB bernama Juhrotul Aeniah itu diberi judul, “Aktivitas Antikanker Kelenjar Getah Bening (LIMFOMA) secara In Vitro dari Spirulina platensis (alga hijau biru) yang Dikultivasi dalam Media Organik”, ini dilakukan di bawah bimbingan Dr Iriani Setyaningsih dan Dr Kustiariyah Tarman.

Ketika diketik kata kunci “Aktivitas Antikanker Kelenjar Getah Bening (LIMFOMA) secara In Vitro dari Spirulina Platensis (alga hijau biru) yang Dikultivasi dalam Media Organik” pada laman resmi http://repository.ipb.ac.id/ maka akan muncul, atau diketikkan pada mesin pencari dengan kata kunci yang sama yakni “Aktivitas Antikanker Kelenjar Getah Bening (LIMFOMA) secara In Vitro dari Spirulina Platensis (alga hijau biru) yang Dikultivasi dalam Media Organik”, juga menunjukkan hasil penelitian mahasiswa IPB bernama Juhrotul Aeniah.

“Spirulina Platensis yang ditumbuhkan dalam media organik belum diketahui aktivitasnya sebagai antikanker, itulah sebabnya saya melakukan penelitian ini. Penelitian ini untuk menentukan aktivitas antikanker kelenjar getah bening dari biomassa, ekstrak kasar dan fikosianin dari spirulina platensis yang dikultivasi dalam media organik,” ujar Aeni dalam keterangan tertulis kepada seperti dikutip dari laman VIVA.co.id, Jumat, 13 Oktober 2017.

Aeni mengatakan, pengobatan kanker seperti operasi, radiasi dan kemoterapi dapat menimbulkan efek samping, supresi sumsum tulang, gangguan saraf dan kerusakan fertilisasi. Hal ini membuat negara maju maupun berkembang cenderung kembali menggunakan obat alam untuk penyembuhan berbagai penyakit.

Salah satu bahan alami yang mempunyai potensi sebagai antikanker yaitu spirulina platensis (alga hijau biru). Namun, media yang biasa digunakan Spirulina Platensis yaitu media Walne dan Zarrouk yang harganya mahal. Karena itu, ia membuat penelitian dengan menggunakan media organik yang tersusun dari pupuk urea, Plant Catalyst dan RI1.

Dalam penelitiannya, pengujian antikanker dilakukan secara in vitro menggunakan metode Mikrotetrazolium (MTT) assay. Inilah salah satu keunikan pada penelitian tersebut, karena prinsip dan metodenya, yakni mengukur aktivitas hidrogenase mitokondria pada sel-sel hidup yang memiliki kemampuan untuk mengonversi MTT menjadi formazan.

Berdasarkan hasil penelitiannya, terjadi penghambatan pada sel raji, salah satu sel kanker kelenjar getah bening yang dapat digunakan untuk pengujian kanker kelenjar getah bening. Hal tersebut diduga karena sampel memiliki komponen aktif.

Komponen aktif inilah yang berpotensi sebagai antikanker. Bukan hanya itu, Aeni juga menerangkan adanya pertumbuhan sel normal yang menjadi abnormal akibat mutasi sel limfosit (sel darah putih) pada sistem limfatik yang disebut sebagai kanker kelenjar getah bening.

Penelitian ini telah dipublikasi dan diberi judul “Aktivitas Antikanker Kelenjar Getah Bening (LIMFOMA) secara In Vitro dari Spirulina platensis (alga hijau biru) yang Dikultivasi dalam Media Organik”,  dilakukan di bawah bimbingan Dr. Iriani Setyaningsih dan Dr. Kustiariyah Tarman. (*)

Komentar

Berita Terbaru