oleh

Pengungsi Rohingya Hadapi Resiko Awal Musim Hujan Monsoon

PENANEGERI, Internasional – Kedatangan hujan sebelum musim monsoon di Bangladesh bagian selatan telah menunjukkan tingkat risiko yang mengkhawatirkan bagi pengungsi Rohingya.

Hal ini dikatakan oleh badan kemanusiaan PBB yang mendesak pendanaan segera, untuk memastikan dukungan dan perlindungan dapat diberikan kepada ratusan ribu orang yang sangat membutuhkan.

“Kedatangan hujan pertama menandai awal dari apa yang akan menjadi periode yang sangat menantang bagi para pengungsi dan mereka yang bekerja untuk mendukung mereka,” kata John McCue, seorang pejabat di Organisasi Internasional PBB untuk Migrasi atau nternational Organization for Migration  (IOM), di Cox’s Bazar, yang menampung lebih dari 700.000 orang pengungsi  Rohingya bermukim.

“Yang terburuk belum datang ketika musim topan dan musim hujan melanda dalam beberapa minggu mendatang,” ujar John McCue, seperti dirilis dalam situs PBB, hari Jumat 20 April 2018.

Badan-badan dan mitra PBB memiliki beberapa peralatan berat dan peralatan pembersihan jalan yang  diharapkan akan tiba.

Tetapi pekerja kemanusiaan menghadapi kekurangan parah ketika datang ke sumber daya vital lainnya.

Baca Juga  Kapasitas Penampungan Pengungsi Rohingya makin Penuh

Hingga saat ini, hanya 7 persen dari permohonan lembaga migrasi PBB senilai $ 182 juta untuk 2018 yang telah diperoleh.

“Kenyataan yang suram adalah bahwa sebagian besar [pengungsi] hidup di bawah terpal di tanah yang sangat tidak stabil dan harus bertahan hidup selama berbulan-bulan hujan, banjir, tanah longsor, dan kemungkinan siklon. Mereka sangat membutuhkan dukungan dan perlindungan dan kami tidak memiliki dana yang dibutuhkan untuk memberikan sebagian kecil dari apa yang diperlukan,” kata McCue.

Lebih jauh lagi, skala krisis yang parah dan periode waktu yang singkat di mana lipatannya telah membesar berdampak besar pada topografi daerah tersebut.

Pohon dan vegetasi harus dibersihkan oleh orang-orang untuk mendirikan tempat perlindungan dan sebagai hasilnya sekarang tidak mungkin untuk memprediksi di mana kerusakan paling parah yang berhubungan dengan cuaca akan terjadi, kata para pejabat.

Perkiraan konservatif menunjukkan 120.000 orang akan menghadapi risiko besar dari banjir dan tanah longsor ketika serangan Monsoon tepat.

Namun, ada satu hal yang pasti: melindungi hampir satu juta orang dari bahaya mengancam siklon dan bencana lainnya jauh melebihi sumber daya keuangan saat ini dan janji.

Baca Juga  436 Ribu Pengungsi Rohingya di Bangladesh Butuh Bantuan

Terlepas dari kekurangan dana yang parah, IOM dan mitra di lapangan, termasuk Program Pangan Dunia PBB atau World Food Programme  (WFP) dan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi atau Office of the UN High Commissioner for Refugees (UNHCR) sedang bekerja untuk mempersiapkan.

IOM membangun situs di seluruh kamp dengan persediaan darurat untuk memastikan bahwa bahkan jika area sementara terputus, orang masih akan memiliki akses ke bantuan.

Tim porter juga telah disiapkan untuk membawa persediaan dengan berjalan kaki, jika jalan rusak.

Badan-badan PBB juga mendukung relokasi ribuan keluarga dari daerah yang paling berisiko dan membantu masyarakat memperkuat ketahanan mereka.

Mereka juga melatih para pengungsi dalam pertolongan pertama, pencarian dan penyelamatan, dan sistem peringatan dini sebagai bagian dari program persiapan angin puting beliung. (*)

Komentar

Berita Terbaru