oleh

Pengungsi Suriah Tewas pada Suhu Beku Saat Menyeberang ke Lebanon

PENANEGERI, Internasional- Sedikitnya 13 orang pengungsi Suriah, termasuk dua orang anak diantaranya, kehilangan nyawa mereka akibat suhu beku di Lebanon timur, saat mereka mencoba memasuki negara Lebanon dari Suriah.

Badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah melaporkan hal ini.

“Lebih banyak anak-anak bisa termasuk di antara orang yang tewas saat penduduk di daerah tersebut dan pihak berwenang Lebanon terus mencari orang-orang yang dilaporkan terjebak di pegunungan dalam suhu beku dan salju,” kata Geert Cappelaere, Direktur Regional UN Children’s Fund  (UNICEF) Timur Tengah dan Afrika Utara, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu, 20 Januari 2018 seperti dirilis oleh situs resmi PBB.

“Orang-orang Suriah terus mempertaruhkan nyawa dan nyawa anak-anak mereka dalam pencarian yang teliti untuk keselamatan dan perlindungan,” tambahnya.

Kejadian tragis tersebut terjadi saat badai Kamis malam (18-19 Januari) di dekat perbatasan Masna antara Lebanon dan Suriah. Para korban tersebutmencoba menyeberangi jalan yang sulit di tengah suhu beku.

Menurut Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UN High Commissioner for Refugees – UNHCR),  para pengungsi dalam kelompok tersebut, termasuk seorang wanita hamil, ditemukan tepat pada waktunya, dan dibantu oleh penduduk terdekat dan Angkatan Bersenjata Lebanon serta Pertahanan Sipil untuk mencapai rumah sakit sebelum mereka beresiko membeku hingga tewas.

Baca Juga  Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat Bahas Serangan Udara di Suriah

Dalam pernyataan tersebut, Geert Cappelaere juga mengatakan bahwa UNICEF telah mendistribusikan selimut, pakaian hangat, dan bahan bakar untuk menghangatkan sekolah, untuk membantu keluarga mengatasi musim dingin yang keras di Suriah dan negara-negara lain di wilayah ini.

Kendati demikian, keterbatasan dana menantang kemampuan untuk melanjutkan bantuan.

Sejauh ini, UNICEF telah menerima hanya separuh dari dana yang dibutuhkan untuk respon musim dingin, dan jika dana mendesak tidak diterima, sejauh ini hampir tidak dapat menjangkau hampir 800.000 orang anak dengan bantuan musim dingin, kata badan PBB tersebut.

Dengan menggarisbawahi bahwa kematian kedua anak pengungsi Suriah tersebut sebagai  “pengingat”, maka masih banyak yang perlu dilakukan, Geert Cappelaere menyerukan diakhirinya konflik brutal.

Juga perlu peningkatan dukungan untuk anak-anak yang rentan.

“Kita tidak punya alasan. Kita tidak bisa terus kehilangan anak-anak,” katanya. (*)

Komentar

Berita Terbaru