oleh

Penjelasan Humas BPJS Terkait 8 Penyakit

PENANEGERI, Jakarta – Humas BPJS Kesehatan, Novi Hidayat, mengatakan terkait kabar yang mengatakan bahwa BPJS tidak membiayai delapan penyakit, hal itu adalah gambaran dan referensi akademik di negara lain.

”Ini hanya gambaran dan referensi akademik untuk diketahui perbandingan dengan kondisi negara lain,” katanya kepada wartawan (25/11).

Kabar tersebut bermula dari paparan direksi saat Rapat Dengar Pendapat dengan DPR RI pada Kamis lalu. Menurut dia, hal itu disampaikan direksi hanya sebagai perbandingan dengan negara lain.

“Informasi itu tidak benar bahwa BPJS Kesehatan tidak akan menjamin 8 penyakit. Karena ini informasi pada saat paparan direksi, jadi itu hanya gambaran atau referensi akademik yang terjadi di negara lain,” kata Novi seperti dilansir laman kumparan, Minggu (26/11).

”Pada rapat dengar pendapat di Komisi IX DPR Kamis lalu, BPJS Kesehatan diminta untuk memaparkan bagaimana negara lain membiayai penyakit katastropik,” ungkapnya.

Selain itu juga Novi menjelaskan, dalam RDP tersebut BPJS Kesehatan pada prinsipnya memberitahukan bagaimana perkembangan BPJS Kesehatan terkait pengelolaan kepada DPR.

Baca Juga  Cara Mudah Membayar E Payment BPJS Ketenagakerjaan

“Kami harus memberitahukan bagaimana perkembangan pengelolaan yang terkait dengan hal itu, ada salah satu atau kami ceritakan bagaimana pengelolaan di negara lain sebagai pembanding,” jelas Humas BPJS itu.

Novi menjelaskan bahwa : “Jadi itu hanya sebagian dari paparan yang dikutip parsial sehingga menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu, karena tidak ada penetapan itu dan itu berada di wilayah regulator bukan di BPJS Kesehatan,” katanya.

Delapan penyakit tersebut adalah penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis, leukemia, dan hemofilia. Delapan penyakit tersebut disebut sebagai penyebab defisit karena berlangsung lama dan membutuhkan pembiayaan yang tak sedikit. (*)

Komentar

Berita Terbaru