oleh

Perang di Afrin, Suriah telah Dimulai

PENANEGERI, Internasional- Jet tempur Turki dilaporkan telah menyerang sasaran PYD dan YPG Suriah Kurdi di daerah yang dikuasai Kurdi di Suriah utara.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Sabtu (20/1) bahwa operasi di kota perbatasan Afrin akan diikuti oleh sebuah dorongan di kota utara Manbij.

Turki menganggap Partai Persatuan Demokratik Kurdi Suriah (PYD) dan sayap bersenjata, YPG. sebagai “kelompok teroris” dengan ikatan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, yang telah melakukan perlawanan selama puluhan tahun di Turki.

A.S sebelumnya telah mempersenjatai YPG, sebagai kekuatan darat paling efektif dalam memerangi kelompok ISIL / ISIS.

Menurut perkiraan, ada antara 8.000 sampai 10.000 milisi Kurdi di wilayah Afrin, Suriah.

Presiden Erdogan mengatakan bahwa semua kelompok bersenjata Kurdi “semuanya sama” dan bahwa mengubah nama mereka “tidak mengubah fakta bahwa mereka adalah organisasi teror”.

Kemudian pada hari Sabtu (20/1), Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan bahwa “angkatan bersenjata kami telah memulai sebuah kampanye udara untuk menghancurkan elemen YPG”.

Baca Juga  Wakili Indonesia, Mahasiswa IAIN Langsa ikut MTQ Internasional ke Turki

Pemboman tersebut terjadi setelah satu unit pemberontak pro-Ankara yakni Free Syrian Army (FSA) (FSA) mulai bergerak ke Afrin, demikina lapor kantor berita pemerintah Turki, Anadolu.

Dalam beberapa hari ini, Ankara telah berulang kali mengancam untuk menghancurkan milisi Kurdi di Suriah.

Seperto diberitakan kantor berita Al jazeera, pada hari Jumat (19/1), Turki memobilisasi ribuan pemberontak FSA ke provinsi Hatay di dekat perbatasan Suriah, sebagai bagian dari serangan yang direncanakan.

Kantor Berita Anadolu melaporkan bahwa pemberontak FSA dikerahkan dalam sebuah konvoi dari setidaknya 20 bus, dari provinsi Kilis.

Tahun lalu, Turki meluncurkan Operasi Euphrates Shield, di mana pemberontak FSA yang didukung Turki membersihkan sebagian besar Suriah utara dari milisi bersenjata.

Sementara itu, Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres, menentang aktivitas militer di Suriah.

“Kami telah melihat laporan penembakan di Afrin Kami mengulangi seruan kami pada semua pihak terkait untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dan tindakan yang dapat memperdalam penderitaan rakyat Suriah,” kata Dujarric.
“Semua pihak harus memastikan perlindungan warga sipil setiap saat, dalam kondisi apapun,” ujarnya

Baca Juga  Wakili Indonesia, Mahasiswa IAIN Langsa ikut MTQ Internasional ke Turki

A.S juga telah mendesak Turki untuk menghindari tindakan melawan pemberontak Kurdi, mendesak Ankara untuk tetap fokus pada melawan ISIL/ISIS.

Pemboman lintas perbatasan terjadi setelah beberapa hari peringatan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menghancurkan YPG Kurdi Suriah, atau Unit Perlindungan Rakyat, milisi di Afrin dalam menanggapi apa yang Turki lihat sebagai kekuatan Kurdi yang berkembang di bentangan utara Suriah utara.

“Operasi sebenarnya telah dimulai secara de facto dengan penembakan lintas batas,” kata Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli.

Canikli mengatakan tidak ada tentara Turki yang menyeberang hingga ke Afrin.

Tindakan militer langsung terhadap wilayah yang dipegang oleh milisi Kurdi akan membuka front baru dalam perang sipil Suriah dan akan membuat Ankara menghadapi Kurdi yang bersekutu dengan Amerika Serikat pada saat hubungan Turki dengan Washington mencapai titik puncaknya. (*)

Komentar

Berita Terbaru