oleh

Pernyataan Presiden Terkait Bom di Poltabes Surabaya, Senin (14/5)

PENANEGERI, Siaran Pers – Menanggapi aksi teror bom di Poltabes Surabaya, Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan bahwa aksi serangan terorisme itu merupakan aksi yang biadab serta tidak bermartabat.

Karena setelah kejadian di tiga lokasi di Surabaya kemarin hari Minggu pagi (13/5), malam harinya terjadi satu kejadian lagi di Sidoarjo pada Minggu malam (13/5), dan pada hari Senin (14/5) pagi ini terjadi lagi bom bunuh diri di Polrestabes, Surabaya.

” Tindakan ini adalah tindakan pengecut, tindakan yang tidak bermartabat, tindakan yang biadab. Dan perlu saya tegaskan lagi, kita akan lawan terorisme, dan kita akan basmi terorisme sampai ke akar-akarnya. Saya perintahkan kepada Kapolri untuk tegas, tidak ada kompromi, dalam melakukan tindakan-tindakan di lapangan untuk menghentikan aksi-aksi teroris ini.” tegas Presiden Joko Widodo, hari Senin (14/5).

Presiden Jokowi juga telah meminta kepada DPR dan kementerian-kementerian yang terkait, yang berhubungan dengan revisi UU Tindak Pidana Terorisme, yang sudah diajukan pada bulan Februari 2016 yang lalu, dimana sudah dua tahun, untuk segera diselesaikan secepat-cepatnya, dalam masa sidang berikut, yaitu pada 18 Mei yang akan datang.

“Ini merupakan sebuah payung hukum yang penting bagi aparat, bagi Polri untuk bisa menindak tegas terorisme, dalam pencegahan maupun dalam penindakan. Kalau nantinya di bulan Juni 2018, di akhir masa sidang, belum segera diselesaikan, saya akan keluarkan Perppu.” tegas Presiden Jokowi. (*/BM)

 

Komentar

Berita Terbaru