oleh

Pesawat Jet Tempur Arab Saudi Dilaporkan Jatuh di Yaman

PENANEGERI, Interansional – Sebuah pesawat jet tempur dari aliansi koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang berperang di Yaman dilaporkan jatuh setelah mengalami “kegagalan teknis”.

Jatuhnya pesawat tempur Arab Saudi ini dikatakan oleh pihak pasukan koalisi, seperti diberitakan oleh Kantor Berita Al Jazeera.

Namun, pemberontak Houthi mengklaim pada hari Minggu (7/1) bahwa mereka menembak jatuh pesawat tersebut, yang merupakan sebuah pesawat jet tempur Tornado buatan Inggris, menurut televisi al-Masirah yang dikelola pemberontak.

Pesawat jet tempur tersebut dilaporkan jatuh di provinsi Saada. Koalisi yang dipimpin Saudi melakukan operasi khusus untuk menyelamatkan dua pilot tersebut, yang keduanya dilaporkan selamat dari kecelakaan tersebut tidak terluka.

Insiden tersebut terjadi saat Kongres Rakyat Umum (General People’s Congress -GPC), partai politik mantan presiden Ali Abdullah Saleh, memilih pemimpin barunya pada hari Minggu (7/1) setelah Saleh dibunuh oleh sekutu-sekutunya Houthi di awal Desember.

GPC memilih mantan wakil perdana menteri Sadiq Amin Aburas yang dipandang sebagai sekutu dekat Saleh.

Baca Juga  Yaman dilanda Wabah Kolera dan Kelaparan yang Meluas

Aburas (65) akan memimpin GPC sampai majelis umum berikutnya, sebuah tanggal yang belum dapat ditetapkan “karena kesulitan saat ini”, sebuah pernyataan mengatakan.

GPC tidak menyebutkan Houthi, kelompok dimana Saleh membuat sebuah koalisi.

Dua hari sebelum Saleh dibunuh oleh para pemberontak, presiden yang digulingkan tersebut secara terbuka memutuskan hubungan dengan mantan sekutunya dan menyatakan keterbukaannya untuk melakukan pembicaraan dengan koalisi pimpinan-Saudi yang memerangi Houthi sejak 2015.

Sebelum kematiannya, Saleh berkuasa selama tiga dekade di Yaman. Dia kemudian bergabung dalam sebuah koalisi dengan kelompok Houthi dalam upaya untuk mendapatkan kembali kendali atas negara Yaman.

Pemberontak Houthi menyerang ibukota Yaman, Sanaa pada bulan September 2014, dan hingga kini masih berperang. (*)

Komentar

Berita Terbaru