oleh

Pesta Musik Tertinggi di Dunia digelar di Everest

PENANEGERI, Desk Internasional —Disc Jockey (DJ) terkenal asal Inggris Paul Oakenfold menjadi DJ untuk “pesta tertinggi di Dunia” yang digelar di base camp di lereng Everest pada Selasa (11/4), seperti diberitakan AFP.

DJ Paul Oakenfold menggelar pertunjukan musik di base camp yang terletak di ketinggian 5.380 meter, dan sekitar 100 pendaki dan trekker berada di base camp ini untuk pertunjukan.

Pertunjukan musik ini adalah yang pertama dalam seri SoundTrek , yang bertujuan untuk amal dan menarik perhatian terhadap efek pemanasan global dan mengumpulkan uang untuk korban Gempa Nepal.

Pesta yang diselenggarakan Oakenfold penting bukan hanya karena itu bakal mencetak rekor dunia. Sang DJ sendiri termasuk sosok yang berpengaruh di dunia musik Inggris.

“Saya ingin membantu membangun kembali (lingkungan mereka) dan menyalakan kesadaran masyarakat tentang lingkungan. Saya ingin melakukan bagian saya,” katanya.

DJ Paul yang berusia 53 tahun ini berjalan kaki selama 10 hari untuk mencapai base camp,

“Itu benar-benar menakjubkan. Aku merasa sangat beruntung telah bermain di sini. Kami melakukan acara yang indah dan menarik perhatian orang-orang dari seluruh dunia. Saya merasa sangat diberkati,” Oakenfold kepada AFP.

Jumlah trekker dan para pendaki Himalaya di kamp akan membengkak dalam beberapa minggu mendatang sebagai puncak musim pendakian.

Ratusan pendaki memerlukan beberapa minggu untuk aklimatisasi ketinggian sebelum mencoba untuk mencapai puncak Mount Everest selama kesempatan yang singkat ketika cuaca mendukung.

Meski DJ Paul Oakenfold, mengaku ia lebih terbiasa bermain atas klub dunia dan pantai Ibiza namun dia senang bisa mencapai Himalaya.

“Aku tidak akan berpura-pura itu mudah untuk sampai ke sini … tapi itu telah menjadi perjalanan yang indah. Jika Anda bisa melihat pemandangan aku melihat, sangat inspiratif,” katanya kepada AFP, Senin.

DJ Paul mengakui, dirinya tidak punya pengalaman mendaki sebelumnya. Mendadak ia terlibat dalam 10 hari pendakian Everest bersama tim dan porter yang disewa untuk membawa peralatan audio yang dibutuhkan. Ia hanya sempat empat bulan berlatih fisik sebelum mencapai Nepal.

“Saya tidak akan berpura-pura mudah untuk mencapai tempat ini, [saya telah melalui] rute perjalanan yang luar biasa. Jika Anda bisa melihat pemandangan yang saya lihat, itu sangat menginspirasi,” ujar salah satu DJ senior yang usianya kini sudah mencapai 53 tahun itu.

Karena panggung pesta yang tidak biasa, Oakenfold menerangkan nantinya penikmat musiknya juga akan menyesuaikan dengan kondisi ketinggian. “Udara sangat tipis di sini, Anda akan cepat lelah,” kata seorang DJ asal Nepal yang menemani Oakenfold, Ranzen Jha.

Pentas itu tak sekadar mencari sensasi. Oakenfold sekaligus mengajak penikmat musiknya untuk peduli pada pemanasan global dan menggalang dana untuk amal. Ia ingin membantu masyarakat Nepal yang selamat dari gempa bumi 2015, yang menewaskan hampir 9 ribu orang.

Ribuan korban bencana yang melandaa Nepal dua tahun lalu itu masih tak punya rumah dan harus berpindah penampungan.

“Saya ingin membantu membangun kembali [rumah mereka] dan ‘menyalakan’ kesadaran masyarakat tentang lingkungan. Saya ingin melakukan bagian saya,” ujar Oakenfold.

Sayangnya, rencana itu tidak bersih dari kontroversi. Ada saja sebagian kelompok yang protes karena menganggap Oakenfold mengganggu kedamaian dan ketenangan suasana Himalaya. (*)

Komentar

Berita Terbaru