oleh

Petugas Keamanan Bandara Sentani Amankan Puluhan Satwa Burung yang Dilindungi

 

PENANEGERI, Jayapura – Satuan tugas pengamanan Bandara Sentani yang terdiri dari gabungan BKO TNI AU, Polri, Avsec dan KSDA berhasil mengamankan puluhan satwa berbagai jenis burung yang dilindungi di keberangkatan domestik dan apron, Bandara Sentani Kab. Jayapura, Sabtu (7/7).

Puluhan satwa berbagai jenis burung yang dilindungi tersebut didapat dari hasil sweeping terhadap rombongan BKO Brimob Sumatera Selatan yang telah selesai melaksanakan Tugas BKO di Wilayah hukum Polda Papua dengan menggunakan charter flight Lion Air JT-3795 rute Jayapura – Palembang.

Dansatpom Mayor Pom Iwan Suebu yang berada di lokasi ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Sabtu mengungkapkan bahwa benar telah ditemukan di Cabin Pesawat carter flight lion Air, anggota Brimob Sumatera Selatan membawa satwa burung tanpa dokumen.


“Perwakilan Posko Avsec sudah memperingatkan kepada Iptu Asrial S.H selaku Danki dan tertua rombongan untuk melengkapi dokumen karantina, tetapi anggota tidak menghiraukan,”katanya.

Menurut dia perwakilan Posko Avsec telah berkoordinasi dengan Capten Pilot Lion Air dan Crew serta ground handling untuk melakukan sweeping didalam Cabin pesawat berhasil menemukan total 47 Ekor burung.

“Barang bukti yang didapatkan yakni 17 ekor burung Kakak tua jambul kuning dan 30 ekor burung nuri langsung diserahkan ke Posko Avsec untuk selanjutnya di serah terimakan ke Karantina Hewan,”ujarnya.

Iwan Suebu mengatakan pada saat sweeping ada salah satu  anggota Brimob yang tidak terima dan langsung mematahkan leher burung Nuri yang dibawa sebagai wujud ungkapan kekecewaan karena dilarang membawa pulang satwa burung yang dilindungi

Untuk diketahui pembaca, dari ratusan spesies burung  di Indonesia, terdapat beberapa jenis yang keberadaannya mulai langka dan tergolong sebagai hewan yang dilindungi pemerintah.

Terdapat adanya undang-undang khusus  untuk melindungi keberadaan flora dan fauna langka, termasuk burung langka.

Undang-undang yang dimaksud di atas adalah UU Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Adapun isi undang-undang mencakup,

Pasal 21

(1) Setiap orang dilarang untuk :

Mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati.

Mengeluarkan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.

(2) Setiap orang dilarang untuk :

Menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup;

Menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati;

Mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;

Memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;

Mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan atau sarang satwa yang dillindungi.

Pasal 40

(2) * Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

(4) * Barang siapa karena kelalaiannya melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Berdasarkan undang-undang di atas, Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 pun dikeluarkan sebagai upaya untuk melindungi flora dan fauna asli Indonesia. Dalam peraturan tersebut terdapat lampiran yang menyebutkan, setidaknya ada 93 jenis Aves (burung) yang dilindungi di Indonesia.

Dari 93 jenis burung, beberapa hanya disebutkan nama genusnya saja. Artinya, semua jenis burung yang termasuk dalam genus tersebut keberadaannya dilindungi oleh undang-undang. Jika dijabarkan berdasarkan spesiesnya, dari 93 jenis burung terdapat 417 spesies yang namanya tercantum dalam lampiran PP RI Nomor 7 Tahun 1999, di antaranya:

01. Semua jenis burung alap-alap / elang dari famili Accipitridae, Pandionidae, dan Falconidae.

02. Semua jenis burung udang / raja udang dari famili Alcedinidae.

03. Semua jenis burung julang, enggang, rangkong, kangkareng dari famili Bucerotidae.

04. Semua jenis burung cendrawasih dari famili Paradiseidae.

05. Semua jenis burung gangsa laut dari famili Pelecanidae.

06. Semua jenis burung paok / burung cacing dari famili Pittidae.

07. Semua jenis burung dara laut dari famili Sternidae.

08. Semua jenis burung maleo / burung gosong dari famili Megapododae.

09. Semua jenis burung madu / jantingan / klaces dari famili Nectariniidae

10. Semua jenis burung kuntul / bangau putih dari genus Egretta.

11. Semua jenis burung dara mahkota / burung titi / mambruk dari genus Goura.

12. Semua jenis burung gagajahan dari genus Numenius.

Itulah beberapa jenis burung yang dilindungi di Indonesia. (Foto dan Berita oleh Wartawan Kontributor Pena Negeri : Wawan)

 

Komentar

Berita Terbaru