oleh

PGN Bergabung ke PT Pertamina

PENANEGERI, Jakarta –  Setelah menggelar  Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) maka status Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menjadi non persero, karena bergabung dengan PT. Pertamina, dengan demikian PGN akan menjadi anak usaha Pertamina.

Hari Kamis (25/1) perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Hasilnya para pemegang saham telah menyetujui perubahan anggaran dasar perusahaan, sehingga PGN tidak punya status Persero.

“Tadi sudah dilakukan putusan RUPS-nya. Terkait hasil sudah disetujui 77,8% dari investor yang hadir, jadi sudah kuorum, sah,” kata Sekretaris Perusahaan PGAS, Rachmat Hutama di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (25/1).

Setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Atau RUPSLB, semua pemegang saham PT.Perusahaan Gas Negara hari ini, Kamis (25/1) telah menyetujui seluruh saham Seri B milik negara di PGN menjadi setoran modal pada PT. Pertamina.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PGN (Persero) Tbk menyimpulkan bahwa status perseroan PGN telah dilepas bersamaan dengan pengalihan saham pemerintah ke PT Pertamina (Persero).

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan pemegang saham menyetujui pelepasan saham agar rencana pemerintah untuk membentuk holding BUMN migas bisa terwujud.

“Pemerintah dalam hal ini mengalihkan seluruh saham Seri B milik negara di PGN menjadi setoran modal pada PT Pertamina (Persero),” kata Rachmat di Hotel Four Season, Jakarta Pusat, Kamis (25/1).

Rachmat menjelaskan dengan pengalihan saham Seri B tersebut, PT Pertamina (Persero) akan menjadi induk usaha, sedangkan PGN menjadi anak perusahaan Pertamina.

Sementara itu, anak usaha Pertamina yang memiliki kegiatan usaha sejenis dengan PGN, PT Pertagas, akan dialihkan kepemilikannya ke PGN.

“Pengalihan kepemilikan Pertagas kepada PGN ini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam rencana pembentukan holding minyak dan gas sebagaimana diamanatkan oleh Pemerintah,” jelas Rachmat.

Rachmat mengatakan, karena pengalihan saham pemerintah ke Pertamina itu juga, terjadi perubahan status pada PGN dari semula BUMN Persero menjadi non-Persero.

Untuk itu Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara akan membentuk tim transaksi yang bertugas untuk melakukan perhitungan aset dan nilai saham PGN yang akan dimasukan ke Pertamina sebagai bagian dari proses holding Migas.

“Tim transaksi ini terdiri dari pihak PGN, Pertamina dan ahli legal dan konsultan serta auditor. Soal bagaimana valuasi, mekanisme pengalihan saham bentuknya seperti apa, penggabungannya dengan cara apa memang kami belum bisa jelaskan saat ini. Nanti tim transaksi yang akan menghitung,” kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Untuk itu pada akhir maret atau paling lambat awal April skema transaksi pengalihan saham sudah bisa dilakukan dan nantinya akan dijelaskan kepada publik.

“Karena dari hasil keputusan ini tim akan langsung bekerja selama dua bulan kedepan. Semoga semua bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Dengan pengalihan saham Seri B tersebut, maka PT Pertamina (Persero) akan menjadi induk usaha (holding), sedangkan PGN menjadi anak perusahaan Pertamina. Sementara itu, anak usaha Pertamina yang memiliki kegiatan usaha sejenis dengan PGN yaitu PT Pertagas akan dialihkan kepemilikannya ke PGN.

Maka dengan adanya pengalihan saham pemerintah ke Pertamina itu pula, terjadi perubahan status pada PGN dari semula Persero menjadi Non-Persero. (*)

Komentar

Berita Terbaru