oleh

Pildatok Serentak Aceh Tamiang di Gelar Agustus 2017

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Pemilihan datok penghulu (Pildatok/Pilkades) secara serentak diseluruh wilayah pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang dijadwalkan akan digelar pada bulan Agustus 2017 mendatang.

Data dan informasi yang diterima Penanegeri.com, Selasa (4/7) menyebutkan, tahapan Pildatok akan dimulai pada tanggal 9 Juli hingga pelantikan datok penghulu terpilih mulai 26 September-10 Oktober 2017. Sedangkan pemberian hak suara/hari pencoblosan Pildatok akan digelar pada 24 Agustus 2017.

Dari data yang dihimpun, desa-desa yang bakal melaksanakan Pildatok tersebar di 12 kecamatan, masing-masing di Kecamatan Karang Baru 10 desa, yakni Desa Suka Jadi, Paya Bujuk, Alue Lhok, Perkebunan Tanjung Seumantoh, Perkebunan Bukit Keranji, Perkebunan Seleleh, Tanah Terban, Alur Selalas, Desa Dalam dan Simpang IV.

Kemudian Manyak Payed, juga ada 10 desa meliputi Desa Pahlawan, Matang Cincin, Lhok Medang Ara, Simpang Lhee, Tanjung Neraca, Krueng Sikajang, Matang Ara Aceh, Tanjung Neraca, Geulanggang Merak dan Alue Ie Puteh.

Kecamatan Kejuruan Muda ada 5 desa masing-masing, Desa Perkebunan Sungai Liput, Alur Selebu, Purwodadi, Seumadam dan Gerenggam.

Selanjutnya Kecamatan Seruwai dua desa, yaitu Sungai Kuruk III dan Kuala Pusong Kapal. Kecamatan Kota Kualasimpang hanya satu, Desa Bukit Tempurung. Kecamatan Tamiang Hulu hanya tiga desa terdiri Bandar Khalifah, Rongoh dan Harum Sari. Kecamatan Bandar Pusaka hanya satu yaitu Desa Sunting.

Sementara wilayah penghasil migas, yakni Kecamatan Rantau ada tiga desa yang bakal menggelar pemilihan datok, yaitu Desa Durian, Benua Raja dan Alur Cucur.

Untuk Kecamatan Tenggulun ada dua, Desa Tenggulun dan Tebing Tinggi. Kecamatan Sekrak juga dua desa, yakni Suka Makmur dan Desa Juar.

Sejumlah Camat yang dihubungi awak media, Selasa (4/7) juga membenarkan akan ada pemilihan datuk penghulu (kades) secara langsung pada Agustus 2017.

Dijelaskan Camat Manyak Payed, Wan Irwansyah, pildatok yang akan digelar di Aceh Tamiang berdasarkan surat Bupati Aceh Tamiang Nomor: 140/4230 perihal pelaksanaan pemilihan Datok Penghulu, Kepala Mukim dan Kampung tertanggal 8 Juni 2017.

Meski pelaksanaannya masih dua bulan lagi, namun pihaknya berharap masyarakat dapat menjadikan momen pildatok untuk benar-benar memilih calon pemimpin desa yang sesuai dengan hati nurani. Sebab, datok penghulu yang terpilih akan memimpin selama 6 tahun masa periode.

Kepada panitia pelaksanaan  pildatok di masing-masing desa diminta harus bekerja semaksimal mungkin untuk mensukseskan kegiatan tersebut.

“Panitia tetap independen tanpa memihak kepada salah satu calon datok. Jangan sampai menimbulkan permasalahan setelah berlangsungnya pildatok,” ujar Camat Manyak Payed.

Sementara, Camat Kejuruan Muda, Syurya Luthfi, S.STP yang dihubungi Penanegeri.com juga tidak menepis informasi seputar pildatok tersebut. Menurut Syurya, ada 5 desa di kecamatannya yang akan menggelar pemilihan datok.

“Iya betul, saat ini di desa sedang tahap penjaringan bakal calon datok,” tuturnya.

Akan tetapi, pihak kecamatan berharap, datok penghulu yang didukung masyarakat benar-benar terseleksi berwawasan luas dan bisa menjadi pemimpin yang proaktif dengan pemerintah daerah demi untuk kesejahteraan warganya.

“Kepada warga desa jangan asal pilih dan asal mencalonkan orang. Karena jabatan datok kedepan semakin berat terutama dalam pengelolaan anggaran dana desa (ADD). Jika tidak ada wawasan dikhawatirkan datok tidak mampu bekerja menjalankan program ADD dan pembangunan di desa akan gagal,” himbau mantan ajudan Bupati tersebut.

Camat Banda Mulia, Iman Suhery S.STP alias Bayu juga mengutarakan hal senada, meski hanya 2 desa yang akan mengikuti pildatok namun proses tahapannya sudah dimulai. Saat ini di 2 desa tersebut, yakni Paya Rahat dan Alur Nunang tengah mejalankan tahapan penyaringan calon masing-masing mulai tanggal 3-28 Juli 2017.

Bayu beserta unsur Muspika juga sudah turun ke 2 desa tersebut untuk memberikan pemahaman kepada P2DP beserta seluruh perangkat desa.

“Kita ingatkan mereka agar independen dan bekerja berdasarkan Qanun Nomor  4/2009 Tentang Tatacara Pengangkatan dan Pemberhentian Geuchik/datok di Aceh. Intinya bekerja sesuai aturan dan mereka akan kita backup habis-habisan,” pungkasnya.

Komentar

Berita Terbaru