oleh

PKS Batal Dukung Deddy Mizwar Karena ada Kontrak Politik Deddy Mizwar dengan Partai Demokrat

PENANEGERI, Jakarta – PKS (Partai Keadilan Sejahtera) batal mendukung Deddy Mizwar di Pilgub Jawa Barat. Padahal tadinya dikabarkan PKS akan  mengusung pasangan Deddy Mizwar dengan Ahmad Syaikhu.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid memberikan penjelasan mengapa partainya batal mengusung Deddy Mizwar.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Hidayat Nur Wahid mengatakan pencabutan dukungan itu dilakukan karena Deddy Mizwar sudah membuat kontrak politik dengan Partai Demokrat. Yakni mendukung siapapun Capres yang diusung Demokrat di 2019.

Hal ini diungkapkan Hidayat kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/12)  dan kembali ditegaskan lagi lewat akun twitter resminya, Minggu (31/12).

“Tentang INFO BENAR yang saya sampaikan bahwa Demiz (Deddy Mizwar) ada komitmen/kontrak politik dengan PD (Partai Demokrat) untuk menangkan capres PD, info tersebut kami dapat dari 2 pihak yang sangat dipercaya oleh Demiz,” tulis Hidayat dalam akun twitternya, @hnurwahid.

Kata Hidayat Nur Wahid, ‎saat itu Partai Demokrat tiba-tiba memberikan kontrak politik kepada Dedy Mizwar.

‎”Demokrat masuk memberikan komitmen politik atau kontrak politik,” ujar Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (29/12).

Dalam kontrak politik, PKS dan Gerindra tidak sepakat adanya kontrak itu. Mereka keberatan dengan kewajiban untuk memenangkan calon presiden dari Partai Demokrat di 2019 nanti.

“Disebutkan akan mendukung capres yang diajukan Partai Demokrat,” katanya.

PKS dan Partai Gerindra kemudian melakukan evaluasi karena kedua partai itu tidak diajak berbicara dengan Partai Demokrat soal kontrak politik tersebut.

“Kami belum pernah diajak bicara, jadi kemudian menjadi seolah-olah kami harus terikat dengan capres (Demokrat), dan kami juga belum tau siapa dia itu (capres Demokrat),” ujarnya.

PKS akhirnya bersama dengan Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) kemudian  mendukung Sudrajat.

Sudrajat dipasangkan dengan Ahmad Syaikhu, kader PKS yang semula dikatakan akan dipasangkan dengan Deddy Mizwar. (*)

Komentar

Berita Terbaru