oleh

PNS Pemko Langsa Temukan Granat Sisa Konflik

PENANEGERI, Langsa – Salah seorang PNS Pemko Langsa, Hasan (43), warga Gampong Paya Bujuk Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Sabtu (21/7) sekitar pukul 17.30 WIB, menemukan satu buah granat tangan jenis nenas yang diduga sisa konflik, di kebun karet miliknya di Gampong Kemuneung Hulu, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Danramil 11/Birem Bayeun Kodim 0104/Aceh Timur Kapten Inf Noverlan menuturkan, penemuan granat tersebut berawal dari laporan Geuchik Kemuneung Hulu, Muhammad Yani, (42), kepada Babinsa Ramil 11/Brb Sertu Edy Saputra, bahwa ada warga yang bernama Hasan (43) PNS Pemko Langsa, menemukan satu buah granat.

Setelah mendapat informasi itu, Babinsa meneruskan laporan itu kepada dirinya. Selanjutnya, Danramil berkoordinasi dengan Kapolsek Birem Bayeun dan Danki Kompi II Brimob Aramiah untuk menerjunkan Tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) guna mengamankan benda yang mencurigakan tersebut.

Namun, mengingat waktu sudah malam yang tidak memungkinan untuk mensterilisasikan benda mencurigakan tersebut. Maka pihaknya dan jajaran Polres Aceh Timur sepakat besok pagi akan dilakukan seterilisasi dilokasi kejadian oleh Tim Jihandak Brimob.

Baca Juga  Puskesmas Langsa Baro Ikut Seleksi Asman Toga Ditingkat Provinsi
Granat
(Penanegeri/Istimewa) : Personel Koramil 11/Brb, menunjuk granat yang ditemukan warga, Sabtu (21/7).

Sementara itu, sambung Kapten Inf Noverlan, hasil pantauan dilapangan granat tersebut sengaja dibuang oleh pemiliknya, karena dilihat dari bentuknya masih dalam kondisi baik, hanya pengaman yang berkarat. Sementara Pen pengaman sudah tidak ada hanya tali plastik sebagai pengaman tambahan yang masih terikat.

Menurutnya, jika granat tersebut sisa konflik di Aceh, maka kondisinya pasti sudah berkarat karena sudah lama terkena hujan, panas dan tanah. Akan tetapi yang berkarat hanya pengamannya saja sementara kondisi granat masih bagus (baik).

Kemudian, dilihat dari pengaman tambahan yaitu tali plastik yang mengikat pengaman dan apabila granat tersebut sudah lama atau sisa konflik, maka tali plastik tersebut pasti sudah hancur.

“Tapi saat ini, tali plastik itu masih terikat, hanya sedikit rapuh akibat terkena hujan dan panas,” tandasnya.

Komentar

Berita Terbaru