oleh

Polisi Filipina Tembak Mati Walikota dan Istrinya dalam Razia Narkoba

PENANEGERI, Desk Internasional- Polisi Filipina telah menembak mati seorang walikota bernama Reynaldo Parojinog dan istrinya dalam sebuah razia narkoba.

Sepuluh orang anak buah dan pengawal pribadi Walikota Ozamiz itu turut tewas dalam baku tembak antara polisi Filipina dan para anak buah pengawal pribadi Walikota Ozamiz, Reynaldo.

Baku tembak ini terjadi dalam serangkaian razia anti-narkoba yang dilakukan polisi Filipina dini hari di wilayah selatan, kata beberapa pejabat.

Reynaldo Parojinog merupakan walikota ketiga yang tewas dalam penumpasan narkotika berdarah oleh pemerintah Filipina.

Parojinog, walikota Ozamiz Filipina, tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan yang melaksanakan razia narkoba di rumah Walikota bernama Reynaldo Parojinog yang merupakan Walikota Ozamiz.

Beberapa pucuk senjata dan obat terlarang sejenis shabu-shabu(methamphetamin) yang belum diketahui berapa besar jumlahnya disita dari rumah walikota itu, kata Kepala Kepolisian Mindanao Utara, Timoteo Pacleb, kepada wartawan.

“Polisi mendapat serangan… sehingga polisi membalas,” kata Pacleb.

Beberapa orang lain, termasuk istri Parojinog, tewas dalam penggerebekan itu.

Baca Juga  Pusat Rehabilitasi BNN Raih ISO 9001 Standar Manajemen dan Pengelolaan Lingkungan

Walikota kota Ozamiz termasuk di antara daftar pejabat yang terkait dengan narkoba, yang  telah disebutkan oleh Presiden Duterte.

“Keluarga Parojinog, jika Anda ingat, termasuk dalam daftar Presiden Duterte tentang tokoh-tokoh yang terlibat dalam perdagangan obat terlarang,” kata Ernesto Abella, juru bicara presiden, dalam sebuah pernyataan.

Reynaldo Parojinog, walikota kota Ozamiz, adalah pejabat terakhir yang terbunuh sejak Presiden Rodrigo Duterte melancarkan perang narkoba.

Petugas juga telahmenerbitkan daftar pencarian orang (warrant) untuk penangkapan Parojinog, putrinya, dan empat pejabat lainnya di kota Ozamiz saat mereka ditembakkan pada hari Minggu.

Petugas “disambut dengan tembakan dari pihak pengawal pribadi walikota, yang membuat personil Polisi Nasional Filipina membalas,” kata Kepala Inspektur Timoteo Pacleb dalam sebuah pernyataan.

Parojinog termasuk di antara lebih dari 160 pejabat Duterte yang secara terbuka dikaitkan dengan obat-obatan pada Agustus tahun lalu sebagai bagian dari kampanye anti narkoba Filipina.

Istri Parojinog, seorang anggota dewan provinsi yang juga seorang kerabat, dan empat penjaga keamanan keluarga termasuk di antara mereka yang juga terbunuh, kata Pacleb.

Baca Juga  Kapal Berbendera Singapura Bawa Muatan 1,6 Ton Sabu Ditangkap

Putri Parojinog, dan Wakil Walikota Nova Echaves, ditangkap.

Petugas menemukan granat, amunisi serta obat-obatan terlarang dalam penggerebekan tersebut, menurut kepala polisi provinsi Jaysen De Guzman.

Parojinog, yang juga menghadapi tuduhan korupsi, membantah memiliki hubungan dengan obat-obatan terlarang.

Dia menjadi walikota ketiga yang dibunuh karena tindakan keras Presiden Duterte terhadap obat-obatan terlarang, yang telah menyebabkan lebih dari 3.000 orang meninggal sejak Juni 2016 dan mendapat banyak kritik dari kelompok hak asasi manusia.

Polisi Filipina telah melaporkan telah membunuh hampir 3.200 orang dalam serangan obat terlarang sejak Juni 2016.

Pada bulan November 2016, petugas polisi membunuh Rolando Espinosa, walikota kota Albuera, menembaknya di dalam sel penjara di provinsi Leyte tengah.

Seminggu sebelumnya, Samsudin Dimaukom, walikota di kota selatan Ampatuan, tewas dalam baku tembak di sebuah pos pemeriksaan polisi karena dicurigai dia dan para pengawal pribadinya mengangkut obat-obatan terlarang (narkoba), kata pihak berwenang. (*)

Komentar

Berita Terbaru