oleh

Polisi Menghimbau Untuk Tidak Mengibarkan Bendera Bintang Bulan dalam Milad GAM

PENANEGERI, Aceh – Polisi Daerah (Polda) Aceh mengimbau agar para eks Kombatan tidak menaikkan bendera Bintang Bulang pada peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berlangsung di kompleks makam pahlawan Teungku Chik Di Tiro, Gampong Meureu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Senin (4/12).

Khusus di provinsi, peringatan milad tersebut akan dipusatkan di makam almarhum Wali Nanggroe Tgk Hasan Tiro di Kompleks Makam Nasional Tgk Chik Di Tiro, Gampong Mureu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar pada Senin (4/12).

“Silahkan peringati tapi kami minta jangan naikkan bendera. Supaya tidak menimbulkan masalah lainnya yang tidak diharapkan,” kata Kombes Goenawan, Kabid Humas Polda Aceh, Minggu (3/12).

“Kemudian kita mengimbau untuk menyerahkan bendera bulan bintang bagi yang masih menyimpan,” lanjutnya.

Kombes Goenawan menginginkan, agar lebih baik peringatan milad GAM dilakukan dengan acara syukuran, doa dan zikir sesuai instruksi ketua Partai Aceh Pusat, Muzakir Manaf. Ia meminta agar semua pihak sama-sama ikut menyukseskan acara dan menjaga keamanan.

Baca Juga  HMI Langsa Minta Polda Aceh Serius Tangani Dugaan Korupsi Beasiswa

Semua mantan kombatan memperingati hari kelahiran Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang jatuh pada 4 Desember.

Kegiatan yang dilaksanakan diseluruh Aceh itu dirangkai dengan zikir, doa bersama, dan santunan anak yatim.

Juru Bicara DPA Partai Aceh, Suadi Sulaiman alias Adi Laweung kepada wartawan, Sabtu (2/12) mengimbau semua anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) se Aceh untuk tidak mengibarkan bendera Bintang Bulan pada hari Milad.

Dia menjelaskan, meskipun secara yuridis bendera tersebut sudah sah, tetapi, Pemerintah Pusat masih mempermasalahkannya karena menganggap berbenturan dengan Peraturan Pemerintah (PP). Karena itu, dia meminta mantan kombatan untuk menahan diri.

“Dalam kondisi seperti ini kita minta kepada seluruh masyarakat dan teman-teman Komite Peralihan Aceh (KPA), untuk sementara ini bisa bersabar dulu sampai ada keputusan akhir untuk mengibarkan bendera,” kata politisi Partai Aceh ini. (*)

Komentar

Berita Terbaru