oleh

Polisi Selidiki Video Guru Pukul Murid yang Viral di Dunia Maya

PENANEGERI, Jakarta – Seminggu terakhir ini masyarakat dikejutkan dengan sebuah video di dunia maya yang menghebohkan, bahkan terlanjur viral dengan adanya adegan seorang guru memukul muridnya.

Namun telah ada bantahan dari pihak sekolah yang nama sekolahnya tertulis dalam narasi video itu. Pihak Kepala SMP Negeri 10 Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, yang nama sekolahnya ada dalam narasi video itu telah mengeluarkan surat bantahan terkait video pemukulan siswa yang sempat viral.

Dalam surat bernomor 421.3/152/SMP 10/XI/2017 tertanggal 6 November 2017 itu, pihak sekolah menyatakan siap melakukan pemeriksaan terkait kebenaran video tersebut.

“Sehubungan dengan beredar dan viralnya video penganiayaan siswa, kami membantah tudingan tersebut. Kami tegaskan itu terjadi bukan di SMP Negeri 10 Pangkal Pinang,” kata Kepala SMP Negeri 10 Pangkal Pinang Muhamad Kadar.

Surat tersebut ditujukan kepada kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkal Pinang. Pihak sekolah langsung menerbitkan surat bantahan setelah banyak pihak melakukan konfirmasi terkait kebenaran video tersebut.

Dalam menyelidiki adanya video yang beredar ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rikwanto mengatakan, polisi telah mendatangi sekolah tersebut dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun, ditemukan sejumlah ketidaksesuaian situasi di sekolah dengan video yang viral di dunia maya.

Baca Juga  Menteri Rini Akan Tuntut Penyebar Rekaman Percakapannya

“Pada video viral kondisi ruang kelas dengan TKP berbeda dan tidak ada kesesuaian,” ujar Rikwanto melalui keterangan tertulis, Senin (6/11).

Di SMPN 10 Pangkalpinang memang pernah terjadi aksi kekerasan yang dilakukan oknum guru terhadap siswanya pada bulan Oktober 2017 lalu.

“Kita sudah pernah melakukan investigasi terkait kasus kekerasan terhadap siswa oleh oknum guru di SMPN 10 ini beberapa bulan lalu, namun kasus yang dimaksud sama sekali berbeda dengan video yang viral saat ini,” tuturnya.

Peristiwa pemukulan yang ada di video ini tadinya diduga sama dengan tindak kekerasan seorang guru SMPN 10 Pangkalpinang yang terjadi bulan Oktober 2017 lalu.

Namun setelah ditelusuri lebih jauh, polisi menemukan fakta TKP pemukulan yang ada di video berbeda dengan peristiwa di SMPN 10 Pangkalpinang yang pernah terjadi Oktober lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan, insiden pemukulan itu pernah terjadi di luar ruang kelas, bukan di dalam kelas sebagaimana ditampilkan dalam video yang telah viral di media sosial.

Baca Juga  Viral, Oknum Polisi Pukul Wanita Hingga Pingsan

“Pada video viral kondisi ruang kelas dengan TKP berbeda dan tidak ada kesesuaian. Kemudian TKP pemukulan pada video viral berada di dalam kelas, sedangkan peristiwa pemukulan di SMPN 10 di luar kelas,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto.

Fakta tersebut diketahui setelah Polres Pangkalpinang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Senin (6/11) sekitar pukul 10.30 WIB.

“Fakta hasil pengecekan TKP, betul telah terjadi peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh guru inisial M kepada seorang murid kelas 8 A inisial RH pada Rabu 11 Oktober  sekitar pukul 10.00 wib. TKP pemukulan itu berada di belakang luar kelas 8 B,” kata Rikwanto dalam keterangan tertulisnya.

“TKP pemukulan pada video viral berada di dalam kelas, padahal peristiwa pemukulan terjadi di luar kelas,” jelas Brigjen Rikwanto.

Selain itu ciri-ciri guru dan murid yang ada pada video yang tersebar viral tersebut tidak sama dengan guru dan murid yang terlibat dalam peristiwa pemukulan di SMPN 10 Pangkalpinang.

Baca Juga  Postingan Bakar Ijazah di Medsos jadi Viral

Brigjen Rikwanto mengatakan, ditemukan juga ketidaksesuaian ciri guru dan murid yang ada di video itu, dengan guru dan murid yang di SMPN 10 Pangkal Pinang. Selain mengecek TKP, polisi juga berkoordinasi dengam Dinas Pendidikan dan Budaya Pemkot Pangkal Pinang. (*)

Komentar

Berita Terbaru