oleh

Polisi Tahan Tiga Tersangka kasus Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

PENANEGERI, Jakarta –Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka baru kasus bom Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Ketiganya adalah : Asep Sofyan alias Karpet, Waris Suyipno alias Masuyit, dan Jajang Ikin Sodikin alias Abu Revan.

Pemeriksaan ketiganya dilakukan di Polres Depok dan ditahan di Polres Depok. “Yang ditahan tiga orang, yang lain dalam penyelidikan,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (2/6).

Ketiga tersangka yakni Asep Sofyan, Wari Suryitno, dan Jajang Ikin. Mereka semua ditangkap di Bandung secara terpisah.

Tersangka dikenakan Pasal 15 Jo 7 dan pasal 13 huruf C UU 15 2003 tentang Terorisme.

Irjen (Pol) Setyo mengatakan, pihak kepolisian telah resmi menetapkan tersangka dan melakukan penahanan pada 31 Mei 2017.

Polisi juga sudah memastikan bahwa perakit bom adalah Ahmad Sukri. Mengenai peran tiga tersangka baru, Kadiv Humas POLRI, Irjen Setyo menyebut tidak bisa menjelaskan secara detail tapi yang jelas tiga tersangka yang ditahan sekarang sudah dengan alat bukti kuat. Peran mereka sangat kuat di antaranya memasok bahan.

“Barang bukti ditemukan di rumah tersangka Ahmad Sukri (pelaku bom bunuh diri), ditemukan barang bukti yang sama dengan terduga bom diKampung Melayu, yaitu beberapa panci presto berukuran 24 sentimeter. Kemudian ditemukancasing detenator rakitan dari minuman kaleng, serbuk korek api, dan bahan peledak utama TATP,” ujar Setyo.

Adapun jenis peledak TATP adalah triaceton triperoxide,  TATP merupakan bom kimiawi yang sangat berbahaya dan memiliki daya ledak tinggi (high explosive).

Beda antara high explosive dan low explosive adalah : dari ukuran yang diukur oleh Velocity of Detonate (VoD) atau kecepatan pembakaran.

Pada ukuran di bawah 100 m/s atau 3000 m/s daya bakarnya berubah jadi gas dan menimbulkan getaran (shockwave), kalau di bawah itu disebut low explosive. Misalnya black powder untuk mercon, di bawah ukuran itu (low explosive).

Sementara kategori bahan peledak high explosive memiliki velocity of detonate (VoD) di atas 3.000 m/s.

Mengenai Bom jenis TATP ini velocity of detonate (VoD) atau kecepatanya  adalah5.300 m/s, jadi termasuk dalam kategori high explosive.

Bom jenis TATP ini pernah digunakan dalam kasus Bom Mal Alam Sutera tahun 2015 silam.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 dan tim dari jajaran Mabes Polri dan Polda Jabar sebelumnya mengamankan sejumlah barang bukti di rumah kontrakan Ahmad Sukri (AS) di Kampung Cempaka Garut, Jawa Barat.

Dalam penggeledahan di tiga lokasi yang dilakukan mulai Rabu malam hingga Kamis siang, tim mengamankan barang bukti, di antaranya 7 ember, 1 dus panci, 10 piring, 7 toples kaca, 1 jeriken, 1 mangkok, 2 gelas, 1 baut penutup presto, dan 1 plastik bekas es batu.

Barang itu diamankan dari rumah kontrakan Ahmad Sukri di Kampung Cempaka, Desa Lebak Jaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, yang berlangsung hingga pukul 08.00 WIB.

“Dikenakan Pasal 15 junto 17 dan Pasal 13 huruf c UU Terorisme 15/2003,” imbuh Setyo yang menambahkan temuan barang bukti di rumah bomber, Ahmad Sukri, di Garut memiliki persamaan barang bukti  dengan bom di Kampung Melayu. (*)

Komentar

Berita Terbaru