oleh

Polisi Tangkap Hacker Peretas 600 situs di 44 Negara

PENANEGERI, Jakarta – Aparat Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap tiga  pelaku hacker atau peretas, masing-masing tersangka berinisial NA, ATP dan KSP yang ketiganya masih berusia muda sekitar 21 tahun dan masih berstatus mahasiswa.

Mereka membobol sekitar 600 situs internet yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri yakni sekitar 44 negara untuk mencuri data dan dokumen berharga calon korban.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, “Pelaku menjebol sistem pengamanan dengan cara hacking dari sistem elektronik milik orang lain kemudian mengancam atau menakut-nakuti dengan meminta sejumlah uang,” ungkap Kombes Argo saat dikonfirmasi wartawan, Senin (12/3).

Para hacker tersebut diciduk tim Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di Surabaya.

Modus operandinya peretas membobol sistem elektronik korban, kemudian mengirimkan email  kepada korban, yang mengharuskan korban untuk membayar sejumlah besar uang. Pembayaran  dilakukan melalui akun PayPal atau akun Bitcoin.

Jika korban tidak melakukan pembayaran maka kelompok ini akan menghancurkan sistem korban tersebut. Dari aksi mereka, biasanya bisa menghasilkan uang ratusan jutaan rupiah per tahun.

Hingga kini polisi masih memburu empat orang rekan mereka yang buron. Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 30 jo 46 dan atau pasal 29 jo 45B dan atau 32 Jo Pasal 48 UU RI No.19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 3, 4, dan 5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dari para tersangka itu polisi menyita sebuah handphone, laptop dan modem yang diduga sebagai alat melancarkan kejahatannya.

Para  pelaku berhasil ditangkap di kawasan Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 11 Maret 2018.

Tersangka KPS ditangkap di Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur, sementara pelaku NA warga Gubeng, Surabaya, Jawa Timur adalah tangan kanan KPS sekaligus orang yang meretas 600 website tersebut, kemudian seorang lagi pelaku berinisial ATP (21), juga berhasil ditanglap di Surabaya, hari Minggu, 11 Maret 2018.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, penangkapan kedua tersangka bermula dari kerjasama antara Polda Metro Jaya dengan IC3 (Internet Crime Complaint Center) Federal Bureau of Investigation (FBI) yang merupakan badan investigasi utama Departemen Kehakiman Amerika Serikat atau US Department of Justice (DOJ).

“Jadi di Amerika sana ada data, bahwa ada peretasan sistem elektronik yang dilakuakan oleh sekelompok orang di Indonesia. Jadi kelompok itu sudah meretas 40 negara dan ada 3000 sistem elektronik yang diretas,” kata Kombes Argo kepada wartawan.

Setelah ditelusuri, perusak sistem menggunakan IP Address berlokasi di Surabaya. Usai dilakukan penyelidikan diketahui tiga tersangka KPS, 21; NA, 21; dan ATP, 21.   (*)

 

Komentar

Berita Terbaru