oleh

Polisi Tangkap Para Pelaku Persekusi Terhadap Pasangan Kekasih di Tangerang

PENANEGERI, Tangerang – Polisi terus menyelidiki kasus dugaan tindak persekusi massa yang berakibat pada pelecehan penelanjangan, dan pengeroyokan terhadap sepasang kekasih yakni RN (28) dan MA (20) di Kampung Kadu RT 07/RW 03 Sukamulya, Cikupa, Tangerang, Sabtu (11/11) malam.

Dalam kamus Bahasa Indonesia, arti persekusi/per·se·ku·si/ /pérsekusi/  : “pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Memersekusi/me·mer·se·ku·si/ v menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka”

Bukan hanya itu, tragedi persekusi (main hakim sendiri) massa ini juga dilanjutkan dengan mengarak sepasang kekasih ini dalam keadaan telanjang hanya memakai pakaian dalam.

Aksi persekusi ini mencuat setelah video aski persekusi massa ini menjadi viral. Massa warga terlihat dalam video yang terlanjur viral itu melakukan aksi massa main hakim sendiri terhadap pasangan kekasih RN dan MA.

Massa warga menuding pasangan kekasih berbuat mesum sehingga terjadi tindak persekusi massa atau main hakim sendiri yang dilakukan warga dengan cara mengeroyok dan menelanjangi pasangan kekasih tersebut, serta mengaraknya, juga merekamnya dengan video.

Polisi menyelidiki kasus ini dan menemukan kenyataan bahwa pasangan kekasih itu tidak berbuat mesum seperti yang dituduhkan massa warga setempat.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif mengatakan, setelah diselidiki penyidik, ternyata sepasang kekasih itu yakni RN (28) dan MA (20) tidak berbuat mesum.

“Karena bukan mesum yah. Kronologinya jam 22.00 WIB pacarnya telepon minta dibelikan makanan setelah itu datang nasi bungkus pada saat pacaran ya. Yang perempuan dikontrakan makan, pacarnya di kamar mandi,” ujar AKBP Sabilul saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/11).

Atas kejadian kasus ini maka Kepolisian Sektor Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, telah mengamankan sejumlah warga yang menelanjangi, mengeroyok dan mengarak pasangan kekasih yang dituduh berbuat mesum di dalam rumah kontrakan.

“Polresta Tangerang akan memproses hukum pelaku penganiayaan/pengeroyokan sesuai pasal 170 KUHP dan atau 335 KUHP yang menyebabkan korban luka-luka sesuai dengan hasil rekaman video yang sudah viral di Medsos,” ujar AKBP Sabilul kepada wartawan.

Atas kejadian ini maka enam warga ditangkap, termasuk ketua rukun tetangga dan ketua rukun warga setempat.

Ketua RT dan ketua RW itu diringkus karena terlibat dalam pengeroyokan terhadap pasangan kekasih berinisial RN (pria) dan MA (wanita).

Kasus ini terungkap setelah video saat mereka dipukuli, ditelanjangi dan diarak warga beredar dan menjadi viral di media sosial.

Sebenarnya pasangan ini akan menikah sebentar lagi. Pada malam minggu itu, si pria datang ke kontrakan perempuan yang juga calonnya. Tapi massa langsung main tuduh dan langsung menangkap serta mengarak pasangan ini.

Video pasangan ini telah menyebar luas dan tayang pula di media sosial.

Kecaman warga netizen pun ramai memprotes tindakan yang tidak berperikemanusiaan ini, hingga Polres Tangerang bergerak.

Kapolres Tangerang AKBP Sabilul Alif menilai ada dugaan persekusi dan penganiayaan kepada kedua korban yang setelah kejadian itu masih mengalami traumatis psikologis. Polisi pun menyiapkan tim psikiater untuk mendampingi dua sejoli yang menjadi korban.

“Tim psikologi dan psikiater sudah kami siapkan untuk memberikan memulihkan kondisi kejiawaan korban,” ujar Kapolresta Tangerang AKBP M. Sabilul Alif, Senin (13/11).

Pasca peristiwa tersebut, kata Kapolres, kondisi kejiwaan korban mengalami guncangan, karena tindakan main hakim sendiri (persekusi) oleh warga itu direkam oleh seseorang dengan telepon seluler kemudian beredar luas di media sosial.

“Jika tidak langsung ditangani, korban akan mengalami trauma yang mendalam,” tambah AKBP Sabilul.

AKBP Sabilul juga mengungkapkan, ada enam orang yang ditangkap dalam kasus ini. Mereka antara lain yakni berinisial C, E, dan A. Mereka masih menjalani pemeriksaan di Polres Tangerang.  (*)

Komentar

Berita Terbaru