oleh

Polisi Terus Buru Pelaku Teror terhadap Novel Baswedan

PENANEGERI,Jakarta- Terkait peristiwa teror penyiraman cairan kimia yang diduga air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, maka Kapolri Jendral Tito Karnavian telah membentuk Tim Khusus untuk mengejar pelaku penyerangan tersebut.

Timsus tersebut terdiri dari Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya dan, diback up Mabes Polri. “Kita akan berusaha untuk mengungkapnya. Saya kira itu saja. Sambil kita memberikan pengamanan di RS maupun di kediaman Pak Novel,” kata Tito, usai menjenguk Novel di rumah sakit, Selasa (11/4).

Kapolri menjelaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Ketua KPK untuk dilakukan pengawalan. “Saya akan koordinasi segera dengan Ketua KPK. Memang saya sarankan dikawal. Tapi saya serahkan pada ketua KPK. Kalau ketua KPK meminta dilakukan pengawalan, maka akan kita akan lakukan pengawalan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dua orang diduga penyiram air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, pelaku langsung kabur dengan motor usai melaksanakan aksinya. Saat diserang, Novel usai melaksanakan Salat Subuh berjamaah di masjid  di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4) pagi.

Baca Juga  Dari Bulan Desember 2017 hingga Februari 2018, Sudah 21 Kali Penyerangan terhadap Tokoh Agama

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polisi Republik Indonesia Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar menyatakan polisi tengah  menyelidiki secara intesif kasus  penyerangan terhadap  Novel.

“Sudah dilakukan langkah-langkah penyelidikan ya seperti pengumpulan bahan keterangan mendapatkan info berkaitan dengan bahan-bahan kimia yang digunakan,” kata Irjen Boy Rafli.

Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar juga menyatakan  kepolisian hingga kini masih menyelidiki motif penyiraman tersebut.

Terhadap kejadian penyerangan pada penyidik KPK Novel Baswedan, Presiden Ir. H Joko Widodo mengutuk keras penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Presiden menyebut tindakan itu sebagai tindakan brutal.

“Itu tindakan brutal, saya mengutuk keras. Saya perintahkan Kapolri untuk mencari siapa (pelakunya),” tegas Presiden Jokowi, di Istana Negara Jakarta, Selasa (11/4).

Sedangkan,Ketua KPK Agus Rahardjo belum bisa memastikan bahwa aksi teror ini terkait dengan kasus yang saat ini ditangani oleh Novel. Salah satu kasus yang saat ini ditangani Novel adalah dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Kasus ini diduga merugikan negara hingga Rp 2,4 triliun.

Agus Rahardjo menyerahkan pengungkapan kasus ini kepada polisi. “Belum tahu biar polisi yang menyelidiki,” kata Agus kepada wartawan usai menjenguk Novel yang  dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (*)

Komentar

Berita Terbaru