oleh

Polisi Terus Usut Kasus PT Hannien Tour

PENANEGERI, Jakarta- Kepolisian masih terus mendalami kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh Biro Haji dan Umrah PT Utsmaniyyah Hannien Tour.

Kasus tersebut merugikan sekitar 1.800 jamaah, dan jumlah korban juga masih terus bertambah.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri melihat jumlah korban yang semakin bertambah.

“Karena ada beberapa wilayah yang melaporkan juga, nanti akan dikoordinasikan oleh Bareskrim,” kata Setyo di Komplek Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (4/1).

Menurut Irjen Pol Setyo, pihaknya saat ini masih mengumpulkan barang bukti dan laporan dari masyarakat di beberapa wilayah, meskipun dua orang tersangka sudah diamankan oleh Polresta Surakarta.

Sementara itu, di Surakarta, Jawa Tengah,  korban dugaan penipuan Umrah yang dilakukan Biro Umrah Hannien Tour terus berdatangan ke Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah.

Empat tersangka juga sudah diamankan pihak kepolisian.

Tersangka bernama Farid tertangkap Satreskrim Polresta Surakarta bersama tersangka bernama Avianto Boedhy Satya (50) di kantor pusat Cibinong, Bogor, Jawa Barat pada akhir Desember 2017.

Baca Juga  Polisi Tangkap Orang yang Mengancam akan Meledakkan Mapolda Riau

“Kita kembangkan dan kemarin (Kamis 4/1) kita kembali mengamankan dua tersangka, Arif (50) dan Ilham (32). Tersangka Arif berperan sebagai direktur operasional dan Ilham direktur teknis,”ujar Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi.

Dua tersangka baru kasus biro umrah PT Utsmaniyah Hannien Tour, Arif (50) dan Ilham (32) sampai ke Mapolresta Solo, Jumat (5/1) pagi.

Dua tersangka ini diketahui ditangkap Satreskrim Polresta Solo pada Kamis (4/1) di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi menyatakan di struktur PT Utsmaniyah Hannien Tour, Ilham merupakan seorang Direktur Teknik, sedangkan Arif adalah seorang Direktur Operasional.

Usai keduanya tertangkap, Polresta Solo masih akan membawa sejumlah barang bukti kasus Hannien Tour yang selama ini disimpan di sebuah ruko di daerah Bogor, ke Mapolresta Solo.

“Barang bukti ini meliputi batik, koper, rekening koran, sejumlah dokumen dan lain-lain. Sampai 2 kontainer termasuk peralatan kantor yang lain, yang akan menyusul untuk dibawa ke sini,” ujar Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi.

Baca Juga  Polisi Telah Kendalikan Situasi di Mako Brimob

Terkait uang jamaah yang sudah telanjur disetorkan ke biro umrah ini, Agus menyatakan pihaknya masih terus mencari sejumlah aset Hannien Tour.

Diantaranya adalah 4 rumah dan 4 ruko di Bogor, 6 mobil operasional, sebuah sepeda motor Ducati senilai Rp 100 juta rupiah, serta aset berupa perlengkapan lainnya.

“Di antaranya kita sudah cek rumah tersangka Farid Rosyidin yang sudah kita tangkap sebelumnya. Diketahui dia sudah DP 4 rumah Rp 400 juta. Ada juga 6 mobil operasional Hannien Tour. Tapi tak bisa kita sita karena sudah ditake over orang lain. Itu karena Farid ini tak bisa bayar kredit,” jelas Komisaris Polisi Agus Puryadi.

Komisaris Polisi Agus Puryadi mengemukakan, pihaknya masih mengusut kemungkinan adanya aset lain.

Terkait peran keempat tersangka, Kompol Agus menerangkan jika diduga otak dari keseluruhan kasus tersebut adalah Direktur Utama Farid Rosyidin.

Farid diduga merupakan dalang di balik kasus penipuan dan penggelapan dana biro umrah yang merugikan  sekitar 1.800 orang korban. Farid selama ini diduga hanya memanfaatkan direktur yang ada di kantor cabang untuk menghimpun dana. (*)

Komentar

Berita Terbaru