oleh

Polres Aceh Tamiang Gagalkan Penyelundupan 18 kg Sabu

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Tamiang kembali menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 18 kg berikut empat orang kurir yang hendak membawa barang haram tersebut keluar Aceh menuju Sumatera Utara, Minggu (26/2) dini hari.

Penangkapan kurir tersebut terjadi di jalan lintas Medan-Banda Aceh, tepatnya di Dusun Kamboja, Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang sekitar pukul 02.00 WIB.

Ke empat tersangka masing-masing berinisial, Sel alias Amat (37) warga Dusun Pertemuan, Desa Gelung, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang dan MH alias Idir (23) warga Blok B Lingkungan V Kelurahan Pulau Secanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatra Utara. Keduanya berprofesi sebagai nelayan yang ditangkap lebih awal.

Sedangkan dua tersangka lagi yakni, MSM (48) dan Af alias April (25) keduanya warga Pidie, yang bertindak sebagai sopir bus, ditangkap berkat hasil pengembangan dari tersangka 1 dan 2.

“Dari empat pelaku ditemukan dua tas jinjing berisikan 18 paket sabu-sabu yang akan dibawa ke Medan menggunakan bus Patas Royal,” ungkap Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo, SIK didampingi Kasatres Narkoba Iptu Wijaya Yudistira Putra dan jajaran perwira lainnya saat gelar konferensi pers di halaman Mapolres Aceh Tamiang, Senin (27/2).

Baca Juga  Polsek Bendahara Tangkap 3 Calon Pembeli Sabu

Kepada petugas, ke empat pelaku mengaku telah dua kali menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu asal Malaysia yang dipasok melalui perairan Aceh Tamiang dari wilayah pesisir Seruway. Berbeda dengan tersangka Af, dirinya mengaku baru kali ini di ajak oleh tersangka MSN membawa sabu dengan dijanjikan bayaran Rp 20 juta sekali lewat.

Jika penyelundupan berhasil, tersangka akan menerima upah sebesar Rp 10 juta hingga Rp 40 juta. Mereka mengaku tidak tahu siapa pemesan sabu tersebut. Kurir hanya diberi nomor kontak ponsel yang akan dihubungi setelah mereka tiba di Medan.

“Sabu tersebut akan dikirim menggunakan angkutan bus. Jika berhasil, dua kurir dari Seruway sebagai penitip mendapat Rp 10 juta dan dua kurir dari Pidie sebagai pembawa mendapat Rp 40 juta. Namun komisinya belum sempat diterima kurir,” jelasnya.

Menurut Yoga, pemilik 18 kg sabu yang ditangkap pihaknya kemarin memiliki jaringan internasional, karena sabu tersebut berasal dari Malaysia yang dibawa melalui  perairan Aceh Tamiang menggunakan speed boat. Selanjutnya sabu dibawa ke Sumatera Utara melalui jasa kurir dari Aceh kepada bandar pemesan sabu dari negeri Jiran tersebut.

Baca Juga  Polres Aceh Tamiang Bekuk Pengedar Narkoba Lintas Kabupaten

“Ini merupakan penangkapan terbesar di Polres Aceh Tamiang, setelah penyelundupan 12 kg sabu yang juga pernah digagalkan Satlantas beberapa bulan lalu,” tambah Yoga.

AKBP Yoga Prasetyo menegaskan, pihaknya sedang mendalami kasus penangkapan sabu-sabu tersebut untuk memburu siapa pemiliknya. Disamping itu, peredaran narkoba sudah semakin marak di wilayah Aceh Tamiang. Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat Aceh Tamiang turut peduli dengan bahaya narkoba di sekeliling kita agar melaporkan sekecil apapun informasi terkait peredaran narkoba kepada penegak hukum yang akan mengambil tindakan tegas.

“Bagi para tersangka akan diancam pidana mati dan seumur hidup atau paling singkat hukuman 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkas alumni Akademi Kepolisian tahun 1998 ini.

Komentar

Berita Terbaru