oleh

Polres Ciamis Berhasil Tangkap Mucikari Prostitusi Online

PENANEGERI, Ciamis – Petugas Kepolisian resor Ciamis berhasil menangkap pemuda berinisial AM (27) yang bertindak sebagai mucikari atau sebagai pihak yang menawarkan wanita pekerja seks dalam bisnis prostitusi online di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Selain menangkap AM sebagai mucikari prostiusi online, petugas kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 500.000, dan hand phone yang digunakan untuk berkomunikasi dalam bisnis prostitusi online ini.

Tersangka AM (27) bertindak sebagai mucikari atau sebagai pihak yang menawarkan perempuan kepada pemesannya.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan modus tersangka adalah menawarkan wanita pekerja seks komersial (PSK) melalui online.

“Kami berhasil mengungkap prostitusi online di Ciamis. Tersangka menawarkan beberapa wanita untuk bisa melayani pria hidung belang dengan tarif 500 ribu rupiah sekali kencan,” ujar AKBP Bismo di Mapolres Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (18/9/2018).

Tersangka AM dalam pengakuannya telah melakoni bisnis haram prostitusi online sejak enam bulan, sebelum akhirnya dia keburu ditangkap oleh personel Satreskrim Polres Ciamis.

Pengungkapan kasus prostitusi via online ini adalah pertama kalinya terjadi di Ciamis.

“Ini kasus pertama prostitusi online yang berhasil diungkap Polres Ciamis. Saat ini kami masih mendalami dan mengembangkan keterangan tersangka yang menyediakan PSK,” tutur Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bismo Teguh Prakoso, Selasa (18/9).

Selain  menyita barang bukti berupa ponsel milik AM yang digunakan dalam bisnis haram prostitusi online ini,  juga terdapat uang hasil transaksi sebesar Rp 500 ribu, dan sejumlah alat kontrasepsi.

Tersangka AM sendiri kepada polisi mengaku baru tiga kali melayani pesanan, dan seluruh komunikasi transaksi dan wanita yang dipesannya, dilakukan melalui sarana media whatsapp.

Namun demikian Polisi masih mengembangkan kasus ini, sebab tidak menutup kemungkinan ada jaringan lainnya.

Atas perbuatannya, tersangka AM dijerat dengan Pasal 296 KUHP atau 506 KUHP dan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. (*)

Komentar

Berita Terbaru