oleh

Polres Lhokseumawe Ungkap Kasus Human Trafficking Lintas Negara

-Aceh-28 views

PENANEGERI, Lhokseumawe – Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap tindak pidana perdagangan manusia (Human Trafficking) lintas negara antara Provinsi Aceh dan Negara Malaysia. Kasus tersebut terjadi sejak 10 bulan terakhir.

Demikian disampaikan oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (7/9).

Dalam kasus ini pihaknya menangkap seorang tersangka wanita berinisial FA (29). Penangkapan bermula dari pengakuan dua orang korban berinisial  NW (24) dan DY (20) yang melaporkan kalau dirinya menjadi korban perdagangan manusia yang dilakukan oleh tersangka.

“Jadi awal mula kronologisnya, kejadian itu sudah terjadi sejak sepuluh bulan terakhir. Saat itu tersangka mengajak kedua korban untuk bekerja di sebuah kafe di Malaysia dengan gaji 6 juta hingga 8 juta per bulan,” ungkap Iptu Riski.

Ia menambahkan, bahwa korban kerap diiming-imingi gaji yang besar. Menurut tersangka dengan gaji tersebut, korban bisa membiayai hidup anak dan orangtua. Selain itu, juga dapat membelikan sepeda motor.

Baca Juga  Polisi Ringkus Intel Kodim Gadungan di Lhokseumawe 

“Setelah korban menyetujui, tersangka meminta fotokopi kartu keluarga (KK) dan KTP korban untuk dibuat paspor.  Untuk biaya pembuatan paspor dibiayai oleh tersangka yang mengaku mendapat kiriman uang langsung dari pemilik kafe di Malaysia. Kemudian, tersangka membawa korban ke Medan, Sumatra Utara untuk pembuatan paspor,” terang Kasat.

Sambungnya, setelah paspor selesai, tersangka membawa korban ke Batam, kemudian tersangka menyerahkan korban ke seorang laki-laki yang tidak dikenal, dan kemudian tersangka kembali lagi ke Kota Lhokseumawe dengan alasan kalau paspor tersangka tidak selesai.

“Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 dengan ancaman 15 tahun penjara. Adapun barang bukti yang diamankan berupa paspor atas nama korban yang dikeluarkan di Malaysia dan KK, dan juga KTP,” pungkas Riski.

Komentar

Berita Terbaru