oleh

Polres Pidie, Bubarkan Aksi Unjuk Rasa Masyarakat Gampong Tengku Dilaweung

PENANEGERI, Pidie – Puluhan aparat keamanan dari Polres Pidie melakukan pembubaran dan pembongkaran tenda pengunjuk rasa masyarakat Gampong Tengku Dilaweung dalam aksi unjuk rasa lanjutan, Kamis (6/7).

Aksi tersebut menuntut janji-janji dari pihak PT Samana Citra Agung terkait dengan dana kerohiman dan dana bantuan gampong. Aksi itu telah menutup dan memblokir akses Jalan utama menuju lokasi pembangunan Pabrik Semen Indonesia Aceh yang berlokasi di Gampong Masjid Kecamatan Muara Tiga, Pidie.

Sebelumnya, antara PT Samana Citra Agung dengan perwakilan masyarakat Gampong Tengku Dilaweung telah dilakukan mediasi di Kantor Kecamatan Muara Tiga yang turut dihadiri Kabag Ops Polres Pidie, Camat Muara Tiga, Kapolsek Muara Tiga, dan Danramil Muara Tiga untuk membahas tuntutan masyarakat terhadap PT Samana Citra Agung terkait dana kompensasi kerohiman dan dana bantuan gampong.

Baca : Masyarakat Gampong Tengku Dilaweung Unjuk Rasa Tuntut Janji PT Samana Citra Agung

Kabag Ops Polres Pidie, Kompol Apriadi dalam acara mediasi itu menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama masyarakat walaupun dilapangan sempat terjadi sedikit pertikaian saat Aparat Kepolisian berupaya menertibkan aksi unjuk rasa masyarakat.

“Sebetulnya dari kemarin acara unjuk rasa harus dibubarkan karena tidak ada surat ijin unjuk rasa dan sesuai perintah Kapolres Pidie aksi itu melanggar undang-undang, namun dengan pertimbangan dan rasa kemanusiaan hari ini aksi unjuk rasa baru dibubarkan”, jelasnya.

Baca Juga  KAMMI Aceh Sebut ZIKIR Gagal Penuhi Janji Kepada Rakyatnya

Apriadi menyarankan kepada masyarakat agar dapat memberikan saran dan masukan supaya masalah tuntutan penambahan dana kompensasi kerohiman dapat segera diselesaikan dan dirinya juga berjanji pihaknya tidak akan menghalangi kegiatan unjuk rasa yang penting ada surat ijin unjuk rasa dan berlangsung damai serta tidak melakukuan tindakan anarkis seperti memblokir jalan.

Camat Muara Tiga, Fahmi S.STP pada kesempatan yang sama menghimbau kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi dan keinginan dipersilahkan dalam acara mediasi.

“Sebelum aksi unjuk rasa ini sudah banyak dilakukan mediasi antara PT Semen Indonesia Aceh, Dandim 0102/Pidie dan Kapolres Pidie kepada masyarakat mengenai dana kompensasi kerohiman dari PT Semen Indonesia Aceh kepada masyarakat”, kata Fahmi.

Dirinya juga menyayangkan aksi unjuk rasa ini, sebab sudah ada kesepakatan sebelumnya dari masyarakat untuk mendukung pembangunan PT Semen Indonesia Aceh, namun hari ini masyarakat yang mengingkari dukungan itu.

Sementara dari perwakilan PT Samana Citra Agung, Abu Bakar mengatakan masalah yang terjadi hanyalah “miscomunication” antara masyarakat dengan PT Samana Citra Agung yang mengakibatkan adanya aksi unjuk rasa dari masyarakat Gampong Tengku Dilaweung.

“Kami sangat membutuhkan dukungan masyarakat dari semua Gampong agar pembangunan PT Semen Indonesia Aceh dapat berjalan dan kebetulan PT Samana Citra Agung mengurusi tentang penyediaan lahan untuk pembangunan PT Semen Indonesia Aceh”, ujarnya.

Baca Juga  Kecam Zionis Israel, Fosma Gelar Aksi Solidaritas Untuk Palestina

Menyangkut masalah dana kerohiman wilayah Gampong, untuk Gampong Cot merupakan wilayah Ring 1 dan menerima lebih dari pada Gampong lain yang tidak masuk Ring 1. Terkait dengan tuntutan penerimaan dana kerohiman untuk Ring 1 sebesar Rp. 1.500.000,- per KK nya, sedangkan untuk Gampong lain lebih kecil karena bukan masuk dalam wilayah Ring 1.

PT. Semen Indonesia Aceh hanya mampu memberikan tambahan dana kompensasi kerohiman sebesar Rp 400.000,- per KK terhadap masyarakat Gampong Tengku Dilaweung yang pada tahun 2016 sudah diberikan per KK nya Rp. 300.000,- sehingga menjadi Rp. 700.000,- per KK nya untuk masyarakat Gampong Tengku Dilaweung.

“Harapan kami hasil mediasi ini dapat disampaikan kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui dan memaklumi kebijakan dari PT. Semen Indonesia Aceh”, jelas Abu Bakar.

Disisi lain, Geuchik Tengku Dilaweung Adhar membantah adanya dukungan masyarakat pembangunan PT Semen Indonesia Aceh karena pembayaran dana kompensasi tidak sekaligus dibayarkan. Namun atas permintaan PT Samana Citra Agung memohon agar masyarakat mendukung pembangunan PT Semen Indonesia Aceh. Oleh sebab itulah masyarakat dengan ikhlas memberikan rekomendasi dan dukungan.

Baca Juga  Pemkab Pidie Gelar Raker FKDM

“Saat ini kami mohon pada PT Samana Citra Agung agar memberikan dana kompensasi secara wajar dan semestinya kepada masyarakat, jangan nanti masyarakat menuduh Aparat Gampong menerima suap dari PT Samana Citra Agung”, sambung dirinya.

Senada dengan Geuchik, perwakilan masyarakat, Mahdi yang juga Ketua Tuha Peut Tengku Dilaweung meminta PT Samana Citra Agung harus “gentleman” dan menepati janji-janji sebelumnya kepada masyarakat karena masyarakat sudah memberikan doa secara ikhlas dan berjanji setia akan mendukung pembangunan PT Semen Indonesia Aceh.

Sepengetahuan dirinya, dulu PT Samana Citra Agung sudah berjanji dan membuat surat perjanjian akan memberikan dana kompensasi setara dengan yang diberikan kepada masyarakat Gampong Cot.

“Kalau mengatakan surat perjanjian itu palsu, tolong diperjelas guna mengetahui keaslian surat perjanjian itu sehingga masyarakat tidak merasa sakit hati apabila surat perjanjian dibilang surat main-main”, tegasnya.

Masyarakat tidak mau menerima tambahan dana kompensasi kerohiman sejumlah Rp. 400.000,- dan masyarakat tetap menginginkan tambahan dana kerohiman sejumlah Rp. 1.200.000,-sehingga masyarakat tetap menerima dana kerohiman sebesar Rp. 1.500.000,- per KK nya sama dengan yang diterima oleh masyarakat Gampong Cot.

“Tolong diperhatikan suara kami, suara ini bukan suara perorangan atau kelompok tapi suara ini adalah suara masyarakat Gampong Tengku Dilaweung”, pungkas Mahdi. [PN 0007].

Komentar

Berita Terbaru