oleh

POLRI Berhasil Bebaskan Bripka Iwan Sarjana yang Disandera Napi Teroris di Mako Brimob

PENANEGERI, Jakarta – Petugas Kepolisian berhasil membebaskan Bripka Iwan Sarjana yang sebelumnya disandera narapidana teroris (napiter) di Mako Brimob Depok. Pembebasan Bripka Iwan Sarjana yang sebelumnya disandera oleh narapidana teroris (napiter) di Mako Brimob berlangsung pada pukul 02.00 WIB Kamis (10/5).

Setelah berhasil dibebaskan Bripka Iwan kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Kramat Jati, Jakarta Timur, guna mendapatkan perawatan akibat luka-luka dalam peristiwa penyanderaan tersebut.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, sandera dari kepolisian atas nama Bripka Iwan Sarjana sudah berhasil bebas malam ini.

“Iwan Sarjana berhasil dibebaskan dalam keadaan hidup. Kondisi luka lebam di wajah dan beberapa bagian tubuh,” ujar Irjen Setyo di Mako Brimob, Kamis (10/5).

Namun narapidana teroris (napiter) masih memegang senjata yang sebelumnya dirampas dari petugas penjaga blok.

“Polri masih mengendalikan, negosiasi lain masih kita lakukan karena senjata masih di dalam. Kalau senjata ini kan dia masih rawan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mako Brimob Depok, Kamis (9/5).

Baca Juga  Kerusuhan di Mako Brimob Akibatkan 5 Polisi Gugur dan Seorang Napi Teroris Meninggal Dunia

Sebelumnya tuntutan napiter (narapidana teroris) adalah beremu dengan terpidana kasus terorisme bom Thamrin Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarman yang ditangkap pada 13 Agustus 2017 lalu.

“Memang ada hubungan (aman abdurrahman), mereka menuntut itu,” ujar Irjen Setyo.

Napiter (narapidana teroris) Aman disebut-sebut sebagai ketua ISIS di Indonesia.

Dalam insiden kerusuhan di Mako Brimob ini pada hari Selasa (8/5) enam orang meninggal dunia. Lima anggota polisi gugur, dan seorang napiter meninggal dunia. (*)

Komentar

Berita Terbaru