oleh

Polri Ungkap Jaringan Narkotika Internasional

PENANEGERI, Medan – Direktur IV TIPID Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Drs Eko Daniyanto yang didampingi Direktur Narkoba dan Kabid Humas Polda Sumut serta Ka Rumkit Bhayangkara Tk. II Medan, melakukan press release pengungkapan jaringan narkotika internasional jalur Malaysia – Indonesia Via kapal laut, di depan kamar jenazah RS Bhayangkara Medan, Senin (6/3).

Dalam releasenya, Brigjen Pol Eko mengatakan, bahwa Timsus NIC Dit Narkoba Bareskrim telah mengungkap peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi jaringan Internasional (Malaysia-Aceh-Medan).

“Ini hasil dari pengembangan pengungkapan sebelumnya, sindikat Mursal alias Aldo Saputra alias Evar dan 3 (tiga) tersangka lainnya dengan barang bukti 6 kg sabu dan 3000 butir ekstasi di Binjai,” ujar Eko.

Eko menjelaskan, Tim melakukan pengembangan dengan menganalisa ulang pengungkapan sebelumnya, terhadap sindikat Evar dan diperoleh informasi dari Tim Narkotika JSJN Malaysia, hasil identifikasi pengendali melalui jalur laut Malaysia – Aceh Tamiang. Selanjutnya, Tim melakukan pembuntutan dan penangkapan terhadap tersangka Amsari alias Sari, Jumat (3/3) lalu, di depan Gereja GBKP Bena Meriah jalan Flamboyan Raya, Tanjung Selamat, Medan. Dengan barang bukti narkoba seberat 10 kg terdiri dari 7 (tujuh) bungkus sabu dan 3 (tiga) bungkus ekstasi.

Baca Juga  Bersama Awasi Dana Desa

Lebih lanjut Eko menjelaskan, Jumat (3/3) malam, Tim melakukan penangkapan terhadap Edi Saputra alias Alfarissi di Kampung Nenas jalan Gotong Royong No 8, Pasar Gambir, Tebing Tinggi, Sumut. Selanjutnya, Tim melakukan penangkapan terhadap Zainuddin, Sabtu (4/3) siang, di Dusun Margo Utomo, Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang dan menyita barang bukti narkoba seberat 31 kg terdiri dari 27 (dua puluh tujuh) bungkus sabu dan 4 bungkus ekstasi.

Terakhir, berselang 30 menit, di daerah Sungai Iyu Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Tim melakukan penangkapan terhadap Abdurrahman alias Naga. Esoknya, Minggu (5/3) sekitar pukul 21.08 WIB, saat Aburaham alias Naga akan menunjukkan gudang penyimpanan narkoba lainnya yang terletak di jalan Banda Aceh – Medan, Kabupaten Binjai KM.12,5. Aburahman alias Naga mencoba melawan petugas dan berusaha melarikan diri sehingga terpaksa dilakukan penembakan yang mengakibatkan Abdurahman alias Naga meninggal dunia.

Brigjen Pol Eko menambahkan, modus sindikat ini menerima narkotika dari Malaysia di perairan Sungai Iyu dekat perkebunan sawit daerah Cinta Raja Kecamatan Bendahara Aceh Tamiang. Setelah itu, narkoba ditanam dalam tanah di tempat pembuatan arang, yang tidak jauh dari kediaman mereka. Selanjutnya, barulah narkotika diantar ke penerima di Medan.

Baca Juga  Artis Ello Ditangkap Karena Ganja

Total barang bukti yang diamankan sejumlah 41 kg narkoba yang terdiri dari 34 (tiga puluh empat) bungkus sabu dan 7 (tujuh) bungkus ekstasi.

Terkait sosok Abdurrahman alias Naga, Brigjen Pol Eko mengungkapkan, Abdurrahman alias Naga adalah residivis dan DPO yang terletak dengan pengungkapan sindikat Mursal alias Aldo Saputra alias Evar yang telah ditangkap Senin, (16/1) tahun lalu, di depan halaman Parkiran motor BSM (Binjai Super Mall), jalan Soekarno Hatta, Timbang Langkat, Binjai, Kota Binjai.

“Saat itu, Abdurahman berhasil lolos dan melarikan diri dengan cara menabrak mobil petugas sesaat setelah menyerahkan 5 kg sabu kepada tersangka Sayuti Noor dan Basyir Deviansyah yang keduanya telah tertangkap,” pungkas Jenderal bintang satu Bareskrim Polri.

Komentar

Berita Terbaru