oleh

Pon Joho dan Si Teh, Kecam Orasi TA Khalid di Tamiang

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Orasi Calon Wakil Gubernur Aceh nomor urut 5, TA Khalid, dalam kampanye akbar pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Aceh Tamiang nomor urut 1, Rusman-Ichsan, Selasa lalu (7/2), telah meresahkan masyarakat Aceh Tamiang.

Baca : Terhimpit Massa, Kampanye Rusman Makan Korban

Orasi yang diucapkan oleh Ketua DPD Aceh Partai Gerindra tersebut terkesan menebar aroma provokasi sehingga mendapat kecaman dari Abdul Mukti Alias Si Teh yang juga Eks Kombatan GAM Wilayah Tamiang,

Si Teh menyatakan, disaat seluruh maryakat dan peserta kampanye menginginkan pilkada Aceh yang damai, malah terucap gertakan yang dilontarkan dalam orasi TA Khalid.

“Sangat disayangkan tentunya, karena  nada ancaman dan provokasi itu keluar dari mulut seorang yang ingin jadi pemimpin, semestinya Khalid harus menjadi contoh yang baik, bahkan harus mampu menjadi penyejuk kala ia hadir dihadapan masyarakat, ujar Si Teh kepada Penanegeri.com di rumahnya, Jum’at (10/2).

Ditempat yang sama, T. Rajali alias Pon Joho yang juga mantan Kombatan GAM, kecewa terhadap orasi Cawagub Aceh nomor urut 5 tersebut, Pon Joho mengatakan, TA Khalid pembohong, jangan hanya karena ingin menang dirinya coba mengancam masyarakat, rekan-rekan mantan kombatan yang saat ini bersamanya siap berada di garda terdepan untuk menjaga perdamaian di bumi Aceh ini.

Baca Juga  Belum Selesai Dibangun, Talud Oprit Senilai Rp 631 Juta Retak

“Kalau hal itu menjadi kenyataan, maka saya akan hadir untuk menantang mereka dalam upaya menjaga perdamaian Aceh agar tetap utuh dalam bingkai NKRI”, tutur Pon Joho.

Pon Joho berharap, agar masyarakat tidak perlu khawatir, karena orasi yang disampaikan TA Khalid hanyalah pembohongan dan masyarakat saat ini dinilai sudah sangat cerdas, sehingga tidak mudah lagi percaya dengan provokasi seperti itu.

Lebih lanjut ia menyampaikan, kepada masyarakat agar memilih calon pemimpin yang punya akhlak dan mampu membawa kesejahteraan, maka pilihlah pemimpin yang baik, jangan biarkan orang munafik memimpin tanah Aceh ini.

“Pilihlah pemimpin yang berakhlak baik, itu bisa dilihat dari ucapannya, jangan biarkan orang munafik memimpin bumi serambi Mekah ini”, tutup Pon Joho.

Komentar

Berita Terbaru