oleh

Prabowo Kritik Keserakahan Elite

PENANEGERI, Jawa Barat – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Bandung, hari Jumat (30/3), di Hotel Sutan Raja, Soreang, disambut semangat oleh ribuan kader dan simpatisan partai Gerindra.

Dalam sambutannya, Prabowo Subianto mengkritik elite yang selalu memberikan harapan-harapan kepada masyarakat.

“Elite selalu mengatakan susah sekarang tapi nanti bakal ini dan itu. Selalu nanti, akan dan kemudian. Sekarang uang kita (rakyat) ke mana, mereka nggak bicara,” ungkapnya kepada seluruh kader dan simpatisan, Jumat (30/3).

“Negara kita memprihatinkan. Negara kita hidupnya dari utang. Kalau nggak utang, nggak gajian,” ungkapnya. Dirinya menambahkan, Indonesia memiliki banyak sumber daya alam namun sebagian besar dikuasai oleh asing.

“Bauksit diolah menjadi alumina, diolah menjadi alumunium dan alumunium itu bahan baku pesawat terbang, mobil, motor dan mesin. Tetapi, kita jual gelondongan bauksit ke perusahaan asing dan akhirnya kita beli mobil, motor, dari asing,” ungkapnya.

Padahal sumber daya alam yang ada begitu melimpah dan banyak dan bisa membuat Indonesia kuat.

Baca Juga  Luhut ke Prabowo: Fight Saja di Pilpres, Jangan Pakai Isu Agama

“Intinya yang saya sampaikan, kekayaan kita tidak tinggal di republik kita. Tapi terus menerus keluar ke luar negeri,” ungkapnya. Dia mengatakan saat ini tengah melakukan perjalanan keliling Provinsi Jawa Barat dan dilanjutkan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Alhamdulillah hari ini Kabupaten (Bandung) yang ketujuh dalam empat hari (perjalanan). Saya terus akan keliling 27 kabupaten-kota seluruh Jawa Barat dan akan saya datangi,” ungkapnya.

Prabowo juga mengkritik adanya kesenjangan ekonomi di Indonesia. Menurut dia, para elite ada yang serakah sehingga menyebabkan kesenjangan semakin lebar.

“Para elite secara sistemik telah melanggar UUD 1945 pasal 33. Padahal ini pasal kunci. Kalau saja kita taat, Indonesia sudah kaya raya,” ujar Prabowo saat berpidato di Gedung Serbaguna Istana Kana Cikampek, keeseokan harinya, di hari Sabtu (31/3).

Prabowo kemudian mengutip data yang pernah disampaikan Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif tentang 80 persen lahan RI dikuasai asing, 13 persen dikuasai sedikit orang dan satu persen dimiliki 250 juta rakyat Indonesia.

Baca Juga  Prabowo akan Maju Pilpres kalau Rakyat yang Memintanya

Ketimpangan ekonomi dan kepemilikan lahan yang terjadi sekarang ini, menurut Prabowo akibat adanya keserakahan kalangan elite.

“Jangan-jangan karena elite kita yang goblok atau menurut saya campuran. Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya,” kata dia.

“Siapa elite itu? Elite itu pimpinan. Saya juga elite. Bedanya saya elite sadar, sudah tobat dan setia,” tambahnya.

Prabowo pun mengkririk dan menyatakan ketidak sukaannya mengenai perilaku serakah dan ketidak jujuran.

“Saya lihat muka elite Jakarta penuh tipu. Saya mantan komandan sejak muda. Saya terbiasa baca tampang anak buah hingga saya bisa tahu tampang penipu,” cetusnya.

“Kalau saja kita taat, Indonesia sudah kaya raya,” tegas Prabowo, Sabtu (31/3). (*)

Komentar

Berita Terbaru