oleh

Prajurit TNI AU Jadi Korban Penganiayaan dan Penyekapan Pengusaha Rental PlayStation

PENANEGERI, Medan – Seorang prajurit anggota TNI AU bernama Pelda Muhamad Chalik (45) yang bertugas di Dinas Logistik (Dislog) Lanud Soewondo Medan, Sumatera Utara menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh Jhoni (34) seorang pengusaha servis dan rental Play Station, hari Minggu (23/9) sekira pukul 20.15 WIB.

Informasi yang dihimpun Penanegeri.com, Senin (24/9) menyebutkan, kejadian bermula pada saat anak korban yakni S (15) mengantarkan play station miliknya untuk diservis karena mengalami kerusakan ke toko milik Jhoni (34) warga Desa Rengas Pulau kecamatan Medan Marelan Lingkungan 06 No 62 yang terletak di Jalan Besar Brigjen Hamid.

Sesampainya di toko milik Jhoni, anak korban yakni S menyerahkan play station itu kepada pelaku dengan tanda terima dan pada saat itu belum ditentukan berapa biaya servisnya dikarenakan harus dicek dan diperiksa terlebih dahulu kerusakannya.

Beberapa jam kemudian anak korban mendapat telepon dari pemilik toko (pelaku Jhoni) bahwa play station itu rusak dan biaya perawatannya dinilai terlalu mahal yakni Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah).

Maka oleh anak korban akhirnya anak korban langsung mendatangi toko servis play station tersebut dengan maksud membatalkan servis dan sekaligus mengambil kembali play station miliknya.

 Namun, ketika tiba di sana, S sekali lagi dikagetkan karena untuk mengambil playstation miliknya itu, dia harus membayar biaya Rp 100 ribu kepada toko servis play station itu. Padahal, play station miliknya tak jadi diservis.

Merasa keberatan, apalagi pada saat itu S juga tak memiliki cukup uang, dia pun pulang ke rumah dan memberitahukan hal itu kepada ayahnya, Pelda Muhammad Chalik.

Selanjutnya, Pelda Muhammad Chalik mendatangi toko tersebut dan menanyakan pada Jhoni kenapa playstation milik anaknya yang belum sempat direparasi dikenakan biaya Rp 100 ribu.

Namun, karyawan servis mengatakan, uang itu adalah biaya kwitansi dan pemeriksaan alat playstation. Tak terima akan yang dikatakan oleh pegawai toko, Chalik pun protes dengan biaya yang dinilai cukup mahal tersebut.

Saat itulah Jhoni bersama teman sekaligus pekerjanya yang bernama Indra Jaya (38) warga Desa Sibirik-birik, Gunung Tinggi, Kabupaten Deliserdang langsung menyekap Pelda Muhammad Chalik ke dalam ruko miliknya.

Kemudian, Jhoni dan temannya secara membabibuta menganiaya Prajurit TNI AU Pelda Muhammad Chalik -yang belum diketahui mereka merupakan prajurit TNI AU.

Secara sadis Pelda Muhammad Chalik  kemudian dianiaya dan dihajar menggunakan pemukul baseball dan sebatang besi.

Alat pemukul baseball yang digunakan pelaku untuk menganiaya Pelda Muhammad Chalik
Akibatnya, darah pun langsung mengucur dari kepala Pelda (pembantu letnan dua) TNI Muhammad Chalik hingga berceceran di lantai dan tubuhnya.

Setelah Pelda Muhammad Chalik terkulai lemas, tak satupun pekerja di tempat itu yang mau membantu.

Bahkan, seorang pekerja wanita keturunan yang disebut-sebut teman dekat Jhoni serta kasir di tempat itu semakin memprovokasi dengan mengatakan, “Habisi saja, kasih mati!”.

Beruntung, Pelda Muhammad Chalik berhasil menghubungi rekan-rekannya sesama TNI AU. Tak berapa lama, beberapa personel TNI AU dan POMAU Lanud Soewondo tiba di lokasi dan berhasil membebaskannya.

Akibat kejadian penyekapan dan penganiayaan ini korban yang juga prajurit TNI AU harus dilarikan ke Rumah Sakit Putri Hijau Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Akibat penganiayaan sadis ini, Pelda Muhammad Chalik, seorang prajurit TNI AU itu babak-belur dengan luka di sekujur tubuhnya usai disekap dan dikeroyok oleh pengusaha serta pekerja rental service Playstation, Minggu (23/9/2018) sekira pukul 20.15 Wib.

Pelda Muhammad Chalik saat di wawancarai oleh para wartawan pada saat membuat laporan di Satpom AU Lanud Soewondo (23/9) pukul 23.30 Wib mengatakan kalau dirinya dipukulin oleh kedua pelaku lantaran ia tidak mau membayar uang kwitansi dan uang checking.

“Anakku servis play station di toko si Joni (etnis Tionghoa) pada saat diantar ke sana karyawan toko belum bisa memastikan kerusakan dan biaya reparasinya, sehingga hanya diberikan tanda terima barang dan akan dikabarin besar biayanya. Lalu pada saat dikasi tahu jumlah biaya reparasinya ternyata sangat mahal, hingga anak saya tidak jadi memperbaikinya dan langsung mengambil mainannya itu,” jelas Pelda Muhammad Chalik.

Seorang saksi mata yakni Hasan (47) warga Jalan Besar Deli tua yang berprofesi sebagai penarik betor (becak motor) yang menyaksikan kejadian itu mengatakan bahwa pada saat para aparat TNI AU datang untuk membebaskan korban dari sekapan pihak Toko Play station sempat melakukan perlawanan dengan melempari TNI AU dengan menggunakan batu martil dan obeng.

“Sewaktu datang orang tentara itu ,Cina itu melempari orang itu (TNI AU ) dengan martil, batu dan obeng bang. Ngeri kali lah pokoknya bang, kok berani orang mata sipit itu sama aparat ya,” ucap Hasan dengan logat bataknya.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan di POM AU menyebutkan bahwa rencananya pelaku akan diserahkan ke Polrestabes Medan untuk proses hukum selanjutnya.

Jhoni – Pelaku penganiayaan terhadap prajurit TNI AU Pelda Muhammad Chalik.

 

Dansatpom AU Lanud Soewondo Mayor Pom I gede Eka Santika ketika dikonfirmasi mengkonfirmasi adanya kejadian penganiayaan yang menimpa seorang anggota TNI AU  yang bertugas di Dinas Logistik Lanud Soewondo Medan.

“Benar ada kita amankan dua orang pelaku penyekapan dan penganiayaan seorang anggota TNI AU yang bernama Pelda Muhamad Chalik yang berdinas di Dinas logistik. Kejadian tersebut gara-gara servis play station yang tak jadi namun dikenakan biaya seratus ribu, kemudian korban datang ke toko tersebut namun malah jadi korban penyekapan dan pemukulan oleh kedua pelaku jelas,” I Gede Eka Santika.

Lanjutnya lagi, korban dipukul dengan menggunakan besi dan stik baseball hingga mengalami luka cukup serius di sekitar kepala dan pinggang bagian belakang hingga harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit Putri Hijau Medan.

“Kedua pelaku telah kita amankan berikut barang bukti stik baseball  dan saat ini kami sedang mencari barang bukti lainya dan  akan kami limpahkan ke Polrestabes Medan dan ada anggota kita yang bernama Prada Zulfadli anggota POM yang ditusuk obeng pada paha kanannya,” pungkas Mayor I Gede Eka Santika. (**)

Komentar

Berita Terbaru