oleh

Presiden Iran Balas Kritikan AS

PENANEGERI, Desk Internasional – Presiden Iran yang baru saja terpilih kembali Hassan Rouhani mengatakan pada hari Senin (22/5) bahwa stabilitas tidak dapat dicapai di Timur Tengah tanpa bantuan Teheran, menanggapi kritik dari Presiden AS Donald Trump yang mengunjungi wilayah Timur Tengah.

Trump menyerukan sebuah aliansi AS dengan negara-negara Muslim yang bertujuan memerangi “terorisme”, yang menyebut Iran sebagai sumber utama pendanaan dan dukungan untuk kelompok-kelompok bersenjata di dunia Arab.

Hassan Rouhani,  yang memenangkan pemilihan presiden pada pemilu Iran hari Jumat (19/5) lalu, membalas dengan keras dengan menolak KTT tersebut sebagai ‘cara seremonial yang tidak memiliki nilai politik dan tidak akan menghasilkan apapun’.

“Siapa yang bisa mengatakan stabilitas regional dapat dipulihkan tanpa Iran? Siapa yang bisa mengatakan bahwa wilayah tersebut akan mengalami stabilitas total tanpa Iran?” Katanya di sebuah konferensi pers.

Pada akhir pekan lalu di Riyadh, Trump menuduh Iran mendanai dan mempersenjatai “teroris, milisi dan kelompok ekstremis lainnya” di Irak, Yaman, Lebanon dan mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang sipil Suriah.

Baca Juga  Iran akan Tingkatkan Pendanaan Program Rudal Balistik

Menanggapi pernyataan Trump itu,  Presiden Iran yang baru terpilih kembali Hassan Rouhani mengatakan bahwa pemerintah AS tidak memiliki pengetahuan tentang Timur Tengah.

“Amerika tidak tahu daerah kami, itulah intinya,” kata Rouhani menanggapi sebuah pertanyaan dari The Associated Press. “Sayangnya, orang Amerika selalu melakukan kesalahan di wilayah kita,” lanjutnya. “Ketika mereka menyerang Afghanistan (dan) Irak, saat mereka membuat sanksi terhadap Iran, di Suriah, mereka membuat kesalahan, dan juga di Yaman.”

Rouhani juga mengkritik Arab Saudi, rival regional utama Teheran, beberapa jam setelah Trump meninggalkan Saudi menuju ke Israel.

Dia mengatakan bahwa kerajaan yang dikuasai Sunni “tidak pernah melihat sebuah kotak suara,” sebuah pernyataan tajam setelah pemilihan presiden Iran pada hari Jumat yang menarik perhatian Internasional karena lebih dari 40 juta orang memilih di Iran.

Rouhani lebih jauh mengkritik KTT Saudi yang dihadiri Trump pada hari Minggu, menggambarkannya sebagai “pamer” bahwa “tidak akan memiliki nilai politik dan praktis.” (*)

Komentar

Berita Terbaru