oleh

Presiden Jokowi Tugaskan Menlu ke Myanmar untuk Dialog atasi Krisis Myanmar

PENANEGERI, Jakarta – Presiden Republik Indonesia  Ir.H. Joko Widodo telah  menugaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk berdialog langsung dengan pemerintahan Myanmar, untuk menghentikan dan mencegah terjadinya tindak kekerasan yang terjadi  di Rakhine-Myanmar. Permintaan itu dilakukan dengan menugaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi guna berdialog langsung dengan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Presiden Ir. H.Joko Widodo menyesalkan terjadinya aksi kekerasan di Rakhine, Myanmar, yang menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi, demikian  disampaikan oleh Presiden Ir. H. Jokowi dalam pernyataan resminya di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (3/9).

Presiden Ir. H. Joko Widodo mengatakan dirinya telah menugaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk berkomunkasi secara langsung kepada pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah terjadinya kekerasan berkepanjangan di wilayah negara itu.

“Sore tadi Menlu telah berangkat ke Myanmar untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk Muslim di Myanmar dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan,” kata Presiden Ir. H. Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Minggu (3/9).

Baca Juga  Kaum Rohingya masih Terjebak di Myanmar, Memohon Jalan Keluar yang Aman

Pemerintah RI juga telah mengirimkan sejumlah bantuan obat-obatan berjumlah sepuluh kontainer pada Januari hingga Februari 2017 silam. Selain itu, Indonesia juga telah membangun sejumlah sekolah di negara bagian Rakhine.

“Untuk penanganan akibat konflik tersebut pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Itu di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 konteiner juga membangun sekolah,” ujar Ir. H. Jokowi.

Pemerintah RI juga meminta semua pihak untuk menghentikan semua tindakan kekerasan di Rakhine, serta memberikan perlindungan keamanan dan menghormati hak asasi manusia (HAM) bagi semua masyarakat di Rakhine, termasuk warga Muslim Rohingya.

Presiden Ir. H. Joko Widodo juga menugaskan Menteri Luar Negeri RI retno Marsudi untuk berkomunikasi secara intesif dengan Sekjen PBB terkait penyelesaian krisis di Myanmar.

“Saya telah menugaskan Menlu RI untuk menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk dengan Sekjen PBB bapak Antonio Guterres dan Penasihat Khusus untuk Rakhine State bapak Kofi Annan,” ungkap Presiden.

Menlu Retno Marsudi dijadwalkan bertemu dengan Menlu merangkap Konselor Negara Republik Persatuan Myanmar Aung San Suu Kyi yang juga pemimpin Partai Liga Demokrasi Nasional, partai mayoritas parlemen Myanmar pada Senin (4/9) di Myanmar.

Baca Juga  Para Anggota PBB harus Beraksi untuk Bantu Rohingya

Pertemuan itu akan membahas agenda solusi guna atas krisis di Rakhine atau biasa pula disebut wilayah Arakan, di negara Myanmar. (*)

Komentar

Berita Terbaru