oleh

Presiden Russia Ingatkan agar jangan Intimidasi Korea Utara

PENANEGERI, Desk Internasional- Presiden Russia Vladimir Putin mengatakan bahwa meski peluncuran rudal terbaru Korea Utara “berbahaya” namun, dirinya juga telah memperingatkan agar tidak “mengintimidasi” Kim Jong-un di tengah kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia ke-3.

Kantor berita Sputnik Rusia melaporkan, bahwa Putin juga waspada terhadap situasi yang berkembang di Semenanjung Korea.

“Saya ingin memastikan bahwa kami secara kategoris menentang perluasan klub negara nuklir, termasuk melalui Semenanjung Korea,” kata Putin kepada wartawan. “Kami menentangnya dan menganggapnya kontraproduktif, merusak, berbahaya,” imbuh Putin.

Namun dalam komentar yang muncul yang ditujukan ke AS, Putin mengatakan bahwa “mengintimidasi (Korea Utara) tidak dapat diterima.” Ujar Putin di sela-sela KTT One Belt One Road di Beijing, sebuah pertemuan yang terdiri 29 kepala negara yang dibentuk oleh Presiden China Xi Jinping untuk mendorong visinya untuk ekspansi global China.

Presiden Rusia meminta semua pihak untuk “menemukan solusi damai”.

Sedangkan pihak Korea Utara mengatakan bahwa tes rudal tersebut sebagai tanggapan atas bahaya nuklir dan ancaman yang ditimbulkan oleh AS dan para pengikutnya.

“Kami akan melakukan tes ICBM kapan saja dan dimana saja sesuai dengan keputusan yang dibuat oleh pimpinan pusat kami,” Duta Besar Korea Utara untuk China Ji Jae Ryong mengatakan pada sebuah konferensi pers dadakan di kedutaan besar negara itu di Beijing pada hari Senin.

Korea Utara menguji sebuah rudal Hwasong-12 yang mencapai ketinggian 2.111,5 kilometer dan terbang 787 kilometer (489 mil), menurut kantor berita KCNA.

Analis memperkirakan jarak jelajah rudal Korea Utara berkisar 4.500 kilometer yang akan mampu menjangkau wilayah Guam di AS.

KCNA mengatakan bahwa tes tersebut menunjukkan bahwa Korea Utara “memiliki semua sarana yang kuat untuk melakukan serangan balasan” jika Washington mengambil tindakan militer untuk menghentikan program senjata nuklirnya. (*)

Komentar

Berita Terbaru