oleh

Presiden Trump Tidak Adakan Jamuan Berbuka (Iftar Dinner) di Gedung Putih

PENANEGERI, Desk Internasional- Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, Gedung Putih (White House) tidak menyelenggarakan iftar dinner atau undangan jamuan makan untuk berbuka puasa, di mana sebelumnya jamuan ‘Iftar Dinner’ adalah istilah untuk jamuan yang mengundang perwakilan komunitas Muslim di Amerika, untuk makan dan berbuka puasa di Gedung Putih.

Iftar artinya adalah berbuka dalam bahasa Arab, dinner dalam bahasa Inggris artinya makan malam. ‘Iftar Dinner’ adalah istilah untuk undangan jamuan makan malam berbuka puasa di Gedung Putih.

Tiga Presiden AS sebelumnya, yakni  Presiden Bill Clinton, Presiden George W. Bush  dan Presiden Barrack Obama pernah mengadakan jamuan makan malam berbuka atau istilahnya ‘Iftar Dinner’ di Gedung Putih. Namun Presiden Trump tidak mengadakan jamuan makan malam Iftar Dinner.

Sebagai gantinya, Presiden Donald Trump dan ibu negara Melania mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Sabtu (24/6) yang mengucapkan “salam hangat” kepada mereka yang merayakan Idul Fitri, yang menandai akhir bulan Ramadan.

“Muslim di Amerika Serikat bergabung dengan orang-orang di seluruh dunia selama bulan suci Ramadhan untuk fokus pada tindakan iman dan amal,” kata mereka.

Baca Juga  Batasi Imigran Islam, Angelina Jolie Kecam Donal Trump

Dengan tidak menyelenggarakan jamuan makan malam berbuka atau Iftar Dinner, Presiden Donald Trump mensikapi berbeda terhadap jamuan ‘Iftar Dinner’ yang telah dilakukan oleh tiga pemerintahan terdahulu.

Jamuan makan malam untuk berbuka bersama perwakilan umat muslim dimulai di bawah Presiden Bill Clinton dan dilanjutkan oleh Presiden George W. Bush dan Barack Obama.

Jamuan ‘Iftar Dinner’ ini  biasanya dihadiri oleh anggota-anggota terkemuka dalam komunitas Muslim serta anggota Kongres dan diplomat dari negara-negara Muslim.

Awal tahun ini Menteri Luar Negeri (Secretary of State) Rex Tillerson mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menyelenggarakan makan malam ‘Iftar Dinner’.

Dia juga mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Sabtu, yang berbunyi, “Liburan ini menandai puncak Ramadan, satu bulan di mana banyak orang mengalami makna dan inspirasi dalam tindakan puasa, doa, dan kasih amal.

“Hari ini menawarkan kesempatan untuk merenungkan komitmen bersama kita untuk membangun masyarakat yang damai dan sejahtera. Eid Mubarak (Selamat Idul Fitri).” (*)

 

Komentar

Berita Terbaru