oleh

Proyek Pengaman Tebing Sungai Terkesan Asal Jadi

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Proyek pengaman tebing sungai yang dibangun di Desa Pekan Seruway, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang dengan nilai kontrak Rp. 3.083.019.000 yang berasal dari sumber dana APBA (Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh) yang dikerjakan oleh PT Regar Insani tampak tidak selesai dan ditinggal begitu saja. Selain terkesan asal jadi, beton sheet pile yang ditanam dan bertujuan untuk mencegah abrasi pinggiran sungai tersebut terancam ambruk.

Faktanya, kondisi sheet pile saat ini sudah miring ke arah sungai. Konstruksi dinding sheet pile terlihat renggang dari kelamannya dan banyak ditemukan retakan sehingga membuat beton sheet pile sepanjang kurang lebih 100 meter lebih itu “mengular” (melengkung).

Kepada Penanegeri.com, Tgk Irmansyah, salah seorang warga yang tinggal tepat di depan kontruksi bangunan tersebut, menilai proyek sheet pile pengaman tebing sungai di Seruway termasuk proyek gagal dan tidak berguna sama sekali bagi masyarakat. Sebab, pekerjaannya tidak selesai, mutu dan kualitasnyapun diragukan bertahan lama.

Baca Juga  Tabrak Sapi, Pengendara Sepeda Motor Mio Meregang Nyawa

“Inilah kondisinya, ditinggal begitu saja. Tanggul belum ditimbun dan sejumlah tiang galangan belum selesai,” ujar Irmansyah di lokasi proyek, Jumat sore (3/2).

Irmansyah menceritakan, setelah sheet pile selesai dipasang selanjutnya pekerja menimbun material tanah bercampur kerikil sebagai badan tanggul. Tetapi, penimbunan dihentikan karena ada masalah pada sheet pile. Padahal, sekitar 20 dump truk material timbunan telah disiapkan.

“Saat dimasukan tanah timbun, dinding sheet pile ‘meletup’ dan hampir runtuh, mungkin tidak tahan dengan tekanan. Setelah itu banyak sheet pile yang retak terutama dibagian ujung sana,” ucapnya sambil menunjuk ke arah sheet pile yang retak.

“Setelah sheet pile banyak yang patah dan miring pada bagian atas, belakangan sheet pile di cor kembali dan ditambah tiang galangan sebagai penarik yang didalamnya terdapat tali seling,” ungkapnya.

Amatan dirinya, panjang sheet pile pengaman tebing sekitar 12 meter/batang, semuanya dipancang ditepi sungai menggunakan alat berat (crane). Akan tetapi menurutnya paku sheet pile tidak maksimal masuk kedalam tanah sehingga tidak kokoh. Disisi lain, sheet pile dibangun diatas tanah timbun yang masih labil dan sheet pile yang sudah mentok bagian atasnya dipotong agar tingginya sejajar.

Baca Juga  Ban Bocor Saat Menikung, Mobil Pengangkut Sayur Terjun ke Parit

“Kata pekerja tanah, dasar sungai berpasir, sehingga sheet pile mentok tidak bisa masuk lebih dalam lagi saat diketuk dari atas,” tutur Tgk Irmansyah menirukan ucapan dari pekerja yang pernah bercerita dengan warga sekitar.

Menurut Irmansyah, proyek itu terakhir dikerjakan pada bulan Desember 2016. Selama masa pekerjaan, warga sekitar hanya dilibatkan untuk menjaga alat berat saja, bukan sebagai pekerja konstruksi proyek. Pasca proyek ditinggalkan oleh kontraktor, warga sekitar yang melihat pesimis akan ketahanan konstruksi bangunan tersebut.

“Tak ada yang diharapkan lagi dengan kondisi seperti ini. Selain bangunan tidak selesai juga tidak bermanfaat apa-apa. Banyak orang melihat kemari dan memprediksikan proyek ini tidak bertahan lama,” ujar Irman pesimis.

Di lokasi yang sama, Budi salah seorang warga setempat mengatakan, selain dibangun asal jadi, proyek tanggul Sungai Seruway juga memakan ruas jalan. Sekitar 1 meter badan jalan didepan Vihara Kelenteng Seruway menuju pekan Seruway diserobot proyek pembangunan tanggul. Selain dipasang portal, jalur alternatif menuju pekan dan Mapolsek Seruway tersebut hanya bisa dilalui roda dua dan pejalan kaki saja. Padahal, sebelum dibangun tanggul, roda empat/mobil pribadi bisa melintas di jalan tersebut.

Baca Juga  Curah Hujan Tinggi, Sebagian Wilayah Hulu Tamiang Terendam Banjir

“Setelah tanggul dibangun, badan jalan ini termakan sekitar 1 meter, dulu jalan agak lebar, sekarang pengendara roda empat sama sekali tidak bisa lewat,” tandasnya.

Hasil pantauan Penanegeri.com dilapangan, dari puluhan tiang, ada empat tiang galangan sebagai pengikat sheet pile yang belum selesai dikerjakan. Tiang beton tersebut dicor dengan seutas seling bukan dengan kerangka besi. Dibagian lain, hampir 70 persen badan tanggul belum ditimbun, sehingga dipermukaan tanggul membentuk kawah. Sepintas kondisi sheet pile tegak berdiri, namun bentuknya sudah berbelok-belok dan rawan runtuh.

Komentar

Berita Terbaru