oleh

PT Mifa Bersaudara Akan Berikan Kompensasi Kepada Warga yang Terkena Abu Perusahaan

PENANEGERI, Aceh Barat – PT Mifa Bersaudara menggelar pertemuan dengan masyarakat Desa Peunaga Cut Ujung terkait AMDAL abu batu bara yang diproduksi oleh perusahaan tersebut, di Balai Desa Peunaga Cut Ujung Kecamatan Meurebo, Aceh Barat, Senin (24/7) sore.

Baca : Puluhan Warga Peunaga Cut Ujung Datangi Pos Security PT Mifa Bersaudara

Amatan Penanegeri.com, pertemuan tersebut dihadiri oleh Humas PT Mifa Bersaudara, Rahmad, Geuchik (Kades) Desa Peunaga Cut Ujung, Mahyudin, Babinsa Desa Peunaga Cut Ujung Koramil 04/Meurebo Kodim 0105/Abar serta puluhan warga Desa setempat.

Humas PT Mifa Bersaudara, Rahmad dalam pertemuan itu menyampaikan, akan memberikan biaya kompensasi kepada warga yang terkena efek AMDAL abu batu bara dari perusahaan.

“Perusahaan akan memberikan kompensasi kepada warga yang terkena abu,” ujarnya.

Dikatakan Rahmad, dalam perekrutan pekerja akan mengutamakan pemuda dari Desa Peunaga Cut Ujung.

“Kami akan prioritaskan warga Desa Peunaga dari pada warga lainnya yang masih di dalam kecamatan Meurebo,” lanjutnya.

“Sedangkan untuk pembinaan dan pelatihan keterampilan bagi warga akan dilaksanakan secara bertahap,” timpalnya.

Terkait tukar guling lapangan bola kaki, sambung Rahmad, pemuda akan menanyakan langsung kepada Haji Adi selaku perantara pihak masyarakat dengan PT Mifa saat pembebasan tanah beberapa waktu lalu.

“Perusahaan akan melakukan pertemuan setiap 3 bulan sekali dengan Masyarakat Desa Peunaga Cut Ujung untuk membahas permasalahan anatara masyarakat dengan PT Mifa,” tandasnya.

Sebelumnya, salah seorang perwakilan masyarakat, Zainal Abidin mengatakan bahwa abu batu bara yang diterbangkan angin ke arah rumah warga yang dekat dengan lokasi Stockpile Turning Area sangat menganggu dan mengancam kesehatan warga.

Hal senada juga turut diutarakan oleh warga lainnya, Jalil, ia mengatakan, mengenai adanya rencana pemancangan untuk penampungan batu bara yang bertujuan untuk kompoyer warga menolak.

“Karna saat ini abu batu bara yang sudah jelas menganggu dan mengancam kesehatan masyarakat belum ada solusi dan jalan keluarnya, ditambah pemancangan lagi yang akan menambah penderitaan masyarakat yang mana nantinya akan merusak bangunan di sekitar pemancangan akibat getaran,” tegas Jalil.

Komentar

Berita Terbaru