oleh

Puluhan Pasutri Miskin Kembali Dilakukan Isbat Nikah

PENANEGERI, Bireuen – Sedikitnya 30 pasangan suami istri (pasutri) miskin dan korban konflik di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen berhasil mengikuti isbat nikah, di Aula Gedung Serbaguna kantor camat setempat.

Kadis Dinas Syariat Islam Bireuen, H Jufliwan SH MM kepada Penenegeri.com, Kamis (1/11) menjelaskan, isbat nikah bagi pasangan warga miskin serta korban konflik merupakan program Pemkab Bireuen untuk membantu, agar warga ini mendapatkan hak atas pengakuan nikah mereka yang sudah dilaksanakan beberapa tahun lalu.

“Rata-rata yang mengikuti isbat nikah belum memiliki buku nikah, sehingga difasilitasi Dinas Syariat Islam, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Mahkamah Syariah Bireuen, KUA Makmur, camat sehingga mereka mendapat buku nikahnya,” katanya.

Selama ini, tambah Jufliwan pernikahan mereka tetap sah, tetapi mereka belum mengantongi buku nikah, serta ada buku nikahnya yang hilang.

Di samping itu, kata Jufliwan, dengan adanya isbat nikah ini, kedapan masyarakat Bireuen tidak ada lagi yang tidak memiliki akte nikah dan akte kelahiran.

“Isbat nikah ini merupakan pengesahan secara hukum terhadap ikrar nikah yang telah dilakukan sebelumnya, terutama bagi korban konflik, dan warga miskin dilaksanakan secara terpadu tanpa dikutip biaya,” terangnya.

Selama proses isbat nikah ini,  maka setiap pasutri ini harus tetap membawa dua orang saksi guna mengikuti sidang tersebut. Selanjutnya dikeluarkan surat penetapan nikah yang diserahkan ke KUA, lalu baru diterbitkan buku nikah.

“Aturannya sekarang, akta nikah diperlukan dalam berbagai kepengurusan administrasi kependudukan, seperti  membuat akte kelahiran anak, kartu penduduk, termasuk pengurusan lainnya,” sebutnya.

Komentar

Berita Terbaru