oleh

Puluhan Rumah di BTN Sungai Pauh dan Kuala Langsa Terendam

-Aceh-85 views

PENANEGERI, Langsa – Akibat terjadinya pasang air laut tinggi atau disebut pasang purnama, puluhan rumah di dua gampong yakni BTN Sungai Pauh dan Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat, terendam air.

Informasi yang diperoleh Penanegeri.com, Senin (13/8) pasang air laut mulai naik sekitar pukul 14.00 WIB sejak Minggu (12/8) dan hari ini (Senin) kembali naik lagi air ke pemukiman rumah warga. Namun, sekitar pukul 15.30 WIB air baru kembali surut.

Salah seorang warga Gampong BTN Sungai Pauh, Samsuar (36) mengakui, sejak dua hari ini gelombang air pasang laut merendam rumahnya setinggi betis orang dewasa dan merendam semua isi rumahnya terutama alat perabot rumah tangga.

Dijelaskannya, kondisi air gelombang pasang air laut ini terjadi setiap tahunnya dan sudah terjadi selama puluhan tahun. Namun, sejauh ini belum ada solusi dari pemerintah setempat untuk mengantisipasi terjadinya banjir akibat gelombang pasang air laut.

“Sudah dua hari kami mau tidak mau bersihkan air yang bercampur sampah. Bayangkan saja, pada Minggu (12/8) selama satu jam air naik ke dalam rumah dan hari ini (Senin) naik kembali sehingga terpaksa membersihkan kembaki rumah yang sudah terendam lagi,” ungkapnya.

Baca Juga  Lanal Lhokseumawe Tanam 1000 Pohon Mangrove di Kuala Langsa
BTN Sungai Pauh
(Penanegeri/Istimewa) : Rumah warga di BTN Sungai Pauh terendah air, Senin (13/8).

Hal senada juga disampaikan, Fahrul (24) warga Kuala Langsa, dua hari ini air laut naik hingga ke permukaan penduduk dan jalan yang menuju ke Kilometer 8 Kuala Langsa, sehingga warga yang hendak menuju ke lokasi objek wisata hutan mangrove balik arah lagi.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, Umar, SH, mengatakan, naik air akibat gelombang pasang laut ini tidak lain disebabkan maraknya penebangan hutan bakau yang berada di pesisir pantai Kuala Langsa.

Menurutnya, keberadaan hutan bakau atau manggrove bermanfaat melindungi terjadinya abrasi laut, mempertahankan kondisi tanah, menjaga kualitas air mengatasi pencemaran air laut dan hutan bakau merubah lingkungan secara kimia.

Lanjutnya, dari manfaat dimaksud jelas keberadaan hutan bakau juga salah satu untuk menahan air ketika terjadinya gelombang pasang air laut seperti yang terjadi di kota Langsa. Namun, karena keberadaan hutan bakau sudah mulai habis ditebangi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab membuat warga menjadi korban ketika terjadinya gelombang pasang air laut.

Baca Juga  Lanal Lhokseumawe Tanam 1000 Pohon Mangrove di Kuala Langsa

“Jika hutan bakau ini masih lebat tidak mungkin ketika terjadi gelombang pasang air laut naik bisa langsung menyenangi ke pemukiman warga, karena fungsi hutan bakau untuk menahan derasnya air yang mengalir dan menahan hembusan angin,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada semua pihak terutama penegak hukum untuk terus melakukan pengawasan hutan bakau agar tidak ditebangi secara liar oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dan menindak tegas bagi pelaku.

Komentar

Berita Terbaru