oleh

Putusan Vonis Kasus Pembacokan Pacar di Peusangan Bireuen Ditunda

PENANEGERI, Bireuen – Putusan vonis, sidang kasus pembacokan pacar yang terjadi di Peusangan, Bireuen atas terdakwa, Aulia Rizki (20) di Pengadilan Negeri Bireuen, kembali ditunda, Rabu (7/11).

Tertundanya putusan pembacaan vonis tersebut dikarenakan adanya pergantian anggota majelis, sehingga hakim harus duduk kembali untuk bermusyawarah, menentukan putsan vonis terhadap terdakwa.

Dalam sidang itu, Ketua Majelis Hakim Muchtar SH, didampingi Hakim Anggota 1 Mukhtaruddin SH dan Hakim Anggota 2 Rahma Noviantiana SH.

Sidang kasus pembacokan ini merupakan kejahatan terhadap nyawa dengan Nomor Perkara 175/Pid.B/2018/PN Bir itu akan dilanjutkan kembali dengan agenda pembacaan putusan, Senin 12 November 2018.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa Aulia Rizki, M Husen SH kepada Penanegeri.com  usai persidangan meminta, majelis hakim memvonis serta memutuskan  hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita tetap mengharapkan, terdakwa ini bisa divonis ringan,” katanya yang didampingi dua penasehat hukum terdakwa lainnya, Aspiani SH dan Firmansyah SH.

Sebelumnya, JPU Abrari Rizki Falka SH pada sidang 24 Oktober 2018 menuntut terdakwa, Aulai Rizki 15 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

Baca Juga  Santri TPA Masjid Besar Peusangan Bireuen Bantu Dana untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Terdakwa Aulia Rizki telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana dengan sengaja, dengan rencana terlebih dahulu serta merampas nyawa orang lain.

Tidak selesainya pelaksanaan itu bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri sebagaimana diatur, dan diancam pidana Pasal 340 ayat (1) KUHPidana jo Pasal 53 KUHPidana sebagaimana dalam surat dakwaan.

Diberitakan sebelumnya, Aulia (22) warga Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen yang selama ini berprofesi sebagai pedagang ayam terbukti membacok Firda Maisura (18), tak lain pacarnya sendiri, di kawasan Bendungan Irigasi, Pante Lhong II, Kecamatan Juli, Bireuen.

Pasca ditangkap, Aulia mengaku telah membacok korban dengan sebilah parang, alasannya cemburu terhadap Firda Maisura. Korban Firda Maisura dirawat di rumah sakit BMC Bireuen, dan terakhir dirujuk ke rumah sakit Zainol Abidin Banda Aceh.

Komentar

Berita Terbaru