oleh

Qatar Takkan Menyerah

PENANEGERI, Desk Internasional – Menteri Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa Qatar ‘takkan/tidak mempersiapkan untuk mengubah kebijakan luar negerinya’.

Menteri luar negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan Qatar tidak pernah mengalami permusuhan seperti yang dialaminya sekarang bahkan dari negara musuh sekalipun.

Gelombang pemutusan hubungan diplomatik terhadap Qatar makin berkembang, setelah awalnya dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi, Kerajaan Bahrain, Uni Emirat Arab, Yaman, Libya, Mesir, Mauritania, Maladewa, Jordania, juga belakangan disusul oleh Senegal dan Djibouti, kemudian negeri Chad juga ikut menarik dubesnya dari Qatar dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Namun biarpun ‘ditawur’ dengan hampir semua negara tetangga Qatar yang ramai-ramai berombongan memutuskan hubungan dengan Qatar, Qatar bersikeras menyatakan negara Qatar tidak akan pernah menyerah pada tekanan yang diterapkan oleh negara-negara tetangga Arab.

Juga Qatar melalalui Menlu Qatar menyatakan tidak akan mengubah kebijakan luar negerinya, kata menteri luar negeri Qatar kepada kantor berita Al Jazeera, (9/6).

Menteri luar negeri Qatar mengatakan bahwa kehadiran perwakilan pejabat Hamas di Doha dari pemimpin politik kelompok Hamas yang berbasis di Gaza itu telah “dikoordinasikan dengan AS” dan ditujukan untuk memfasilitasi persatuan Palestina.

Baca Juga  Menlu Qatar : Kami Takkan Bernegosiasi Sampai Blokade Dihentikan

“Kehadiran Hamas di Doha dikoordinasikan dengan AS dan negara-negara di kawasan ini, dan ini adalah bagian dari usaha kita untuk menengahi faksi Palestina untuk mencapai rekonsiliasi,”jelas Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Kamis (8/6).

Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani membuat pernyataan di Doha pada hari Kamis, beberapa hari setelah Bahrain, Arab Saudi, Mesir, UEA dan beberapa negara lainnya memutuskan hubungan dengan Qatar.

Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok bersenjata dan saingan regional mereka, Iran. Qatar mengatakan tuduhan tersebut tidak berdasar.

Menteri luar negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani

“Kami belum siap untuk menyerah, dan tidak akan pernah siap untuk menyerah, (kami) merdeka atas kebijakan luar negeri kami,” kata Sheikh Mohammed bin Abdulrahman.

Dia juga mengatakan bahwa Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani tidak akan meninggalkan negara tersebut saat “diblokade”, dan oleh karena itu tidak dapat menghadiri mediasi yang ditawarkan oleh Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.

Sheikh Mohammed bin Abdulrahman mengatakan bahwa “tindakan telah diambil oleh pemerintah Qatar untuk memastikan bahwa standar yang diberikan kepada masyarakat akan dipertahankan”.

Baca Juga  Sanksi Blokade tak Bahayakan Ekonomi Qatar

Dia mengatakan Qatar belum diberi daftar tuntutan oleh negara-negara yang memutuskan hubungan dengan negara tersebut pada hari Senin, namun dia berkeras dipecahkan dengan cara damai.

“Tidak akan pernah ada solusi militer untuk masalah ini,” katanya.

Sheikh Mohammed bin Abdulrahman lebih lanjut mengatakan bahwa kontingen tentara Turki yang akan dikirim ke Qatar adalah demi keamanan seluruh wilayah.

Sementara itu, Qatar akan menghormati kesepakatan gas LNG yang dibuatnya dengan UEA meski telah memutuskan hubungan dengan Doha, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman mengatakan.

Dia mengatakan Iran telah mengatakan kepada Qatar bahwa pihaknya siap membantu mengamankan pasokan makanan dan akan menunjuk tiga pelabuhannya ke Qatar, namun tawaran tersebut belum diterima.

Komentar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman terjadi sehari setelah seorang pejabat tinggi pemerintah UEA mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Qatar ini adalah bertujuan untuk menekan negara Qatar agar segera membuat perubahan kebijakan yang drastis.

Negara tetangga terdekat Qatar yakni Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Mesir dan Bahrain juga telah menghentikan semua hubungan diplomatik, menghentikan semua hubungan transportasi darat, laut dan penerbangan dari dan menuju Qatar, dan sekaligus menutup semua jalur pelayaran laut dan semua jalur penerbangan udara dari negara mereka ke Qatar. Arab Saudi terlebih dulu menutup perbatasan darat dari dan menuju Qatar sebagai langkah mengisolasi Qatar. (*)

Komentar

Berita Terbaru