oleh

Ramadhan di Kota Singa

PENANEGERI, Singapura – Liburan saat bulan Ramadhan memang seru dan mempunyai nuansa tersendiri. Selain nikmat menahan lapar dan haus, liburan saat bulan puasa justru menjadikan perjalanan traveling Anda semakin bersemangat dan pastinya menciptakan rasa syukur yang sangat besar.

Jika ingin menikmati suasana Ramadhan di negara lain, cobalah ke negara tetangga kita yaitu Singapura. Ramadhan di Singapura sangat seru, selain karena Singapura masih merupakan rumpun dari etnis melayu yang mayoritas muslim, suasana menyambut Ramadhan pun sangat terasa.

Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana gambaran menjalani ibadah puasa di Singapura? Sebenarnya suasana bulan Ramadhan di Singapura yang berjuluk Kota Singa itu bisa dibilang tidak jauh berbeda dengan di tanah air. Perbedaannya mungkin hanya tidak adanya ronda malam yang membangunkan warga untuk sahur, pengingat tanda Imsak, juga pengingat saat berbuka baik di televisi maupun radio seperti di Indonesia.

Untuk Anda yang sedang berkunjung ke Singapura dan ingin berbuka puasa serta shalat tarawih saat bulan Ramadhan, Anda bisa mengunjungi Masjid paling terkenal di Singapura yaitu Masjid Sultan yang dibangun pada tahun 1826, dan selama bulan puasa berlangsung di sekitaran Masjid Sultan banyak pedagang muslim membuka bazar ramadhan yang menjual berbagai macam jenis makanan baik makanan khas Melayu, Timur Tengah bahkan juga terdapat beberapa makanan khas negara barat.

Selain Masjid Sultan, khususnya bagi para WNI di Singapura juga bisa melaksanakan shalat Tarawih di Masjid Istiqomah KBRI Singapura yang beralamat di 7 Chatsworth Road, Singapura 249761. Masjid KBRI Singapura ini merupakan tempat favorit bagi warga Indonesia untuk melaksanakan Shalat Tarawih, letaknya hanya berjarak satu kilometer dari pusat belanja Orchard Road.

Ketua panitia pelaksana bazar dan buka puasa bersama selama ramadhan 1439 H yang juga selaku manager Masjid Sultan Zainal Abidin, Hj Omar (52) kepada Penanegeri.com, Selasa (22/5) di sela-sela mempersiapkan menu hidangan untuk berbuka puasa menuturkan, panitia sangat antusias dengan sukarela untuk melaksanakan persiapan buka puasa bersama dan begitu juga dengan dukungan pemerintah Singapura yang sangat mendukung adanya buka puasa bersama di setiap Masjid yang ada di Singapura.

“Pemerintah juga membuat kebijakan seperti para pekerja muslim agar mendonasikan penghasilannya untuk dana kebutuhan berbuka puasa, dan bagi non muslim juga dipersilahkan apabila ingin mengikuti buka puasa bersama di Masjid,” tutur pria warga negara Singapura itu yang telah 10 tahun menjadi pengurus Masjid Sultan.

Sementara itu, dilokasi yang sama, salah seorang pengunjung (wisatawan)  asal Indonesia, Rizki Fauzan (32) di sela-sela berbuka puasa mengatakan, dirinya merasa sangat senang memiliki kesempatan untuk berbuka puasa bersama muslim yang berasala dari berbagai negara dan merasakan sensasi yang berbeda dari buka puasa di Masjid pada umumnya di Indonesia.

“Dari segi makanan dan minuman yang di hidangkan juga kualitasnya sangat baik dan lezat. Banyak pilihan menu yang dapat di santap. Sedikit berbeda dengan Masjid di Indonesia,”sebutnya yang tengah menghabiskan waktu liburannya di Kota Singa.

Perlu diketahui, puasa di Singapura terasa lebih lama satu jam dibandingkan di Indonesia. Pasalnya, waktu Shalat Maghrib atau waktu berbuka di Singapura sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Waktu Shalat Shubuh sekitar pukul 04.45, sedangkan Shalat Isya dimulai sekitar pukul 20.30 waktu setempat dilanjutkan Shalat Tarawih 20 rakaat dan Shalat Witir 3 rakaat, yang diakhiri dengan ceramah Tarawih dalam 3 bahasa yaitu bahasa Melayu, Arab dan Inggris.

Komentar

Berita Terbaru