oleh

Ratusan Karyawan PT Seumadam Mogok Kerja Tuntut UMP

PENANEGERI, Aceh Tamiang – Aksi mogok kerja massal yang dilakukan ratusan karyawan perkebunan PT Seumadam, terdiri laki-laki dan perempuan berlangsung diseberang jalan depan Kantor Manager perusahaan tersebut di Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Selasa (11/7).

Aksi mogok 123 karyawan tersebut mendapat pengawalan dari personel Polsek Kejuruan Muda dan Satpam perusahaan.

Informasi yang dihimpun Penanegeri.com, aksi mogok kerja dilakukan selama dua hari, Senin dan Selasa (10-11 Juli). Mereka menuntut upah normatif kepada pihak perusahaan, seperti tanggungan anak istri, rapel gaji tahun 2017 dan penghapusan kontrak kerja.

Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) SPPP-SPSI PT Semadam yang juga Koordinator aksi mogok kerja, Asri Mansyur kepada awak media mengatakan, aksi mogok ini dilakukan karena desakan dari seluruh anggotanya.

Oleh karena pihak perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit dan karet tersebut dianggap telah merugikan karyawan karena telah mengeluarkan kebijakan upah yang tidak sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh, Nomor: 72/2016 tentang UMP.

Baca Juga  Puluhan Petugas Kebersihan RSUD Dr Pirngadi Gelar Aksi Mogok Kerja

“Kami tetap akan menggelar aksi mogok kerja hingga tuntutan karyawan dipenuhi oleh perusahaan,” tegasnya.

Asri yang juga berstatus karyawan PT Seumadam akan bertanggung jawab atas aksi mogok massal, meskipun sangat beresiko terkena sanksi surat peringatan (SP) atau dinon job kan.

PUK SPPP-SPSI PT Semadam, juga mendesak perusahaan untuk memberikan kepastian waktu pembayaran upah secara rapel.

“Untuk kesepakatan pembayaran upah surut secara rapel telah disepakati oleh perusahaan pada Agustus 2017,” ungkapnya.

Selang beberapa saat menggelar aksi mogok kerja pada hari kedua, Perwakilan Pimpinan Cabang FSPPP-SPSI Kabupaten Aceh Tamiang dan pejabat Dinas Tenaga Kerja setempat hadir untuk melakukan mediasi dengan managemen perusahaan di Kantor Manager tersebut.

Manager PT Seumadam, Rusli usai melakukan mediasi kepada awak media menyatakan, managemen PT Semadam akan menyanggupi tuntutan karyawan terkait upah kerja sesuai UMP Aceh tahun 2017 berkisar Rp 2,3 juta serta pemberian tunjangan terhadap tanggungan anak dan istri.

“Gaji pokok karyawan akan kita bayar sebesar Rp 2.365.000/bulan ditambah pemberian tunjangan untuk dua anak dan satu istri, serta ada tambahan lain,” paparnya.

Baca Juga  Puluhan Petugas Kebersihan RSUD Dr Pirngadi Gelar Aksi Mogok Kerja

Rusli juga menegaskan, bagi karyawan yang melakukan aksi mogok kerja pada hari Senin (10/7) akan dikenakan sanksi berupa surat peringatan (SP) karena para karyawan tidak masuk kerja tanpa keterangan sesuai ketentuan aturan kerja.

“Sedangkan, karyawan yang ikut aksi mogok pada hari Selasa (11/7) tadi akan mengganti kerja pada hari minggu,” tegas Rusli.

Menurutnya, kebun PT Seumadam meliputi enam Afdeling, tapi sekarang ini hanya dua Afdeling yang produktif, yakni Afdeling I dan II. Sedangkan empat Afdeling lainnya merupakan kebun yang tidak produktif lagi. Sehingga menyebabkan pihak managemen merasa kewalahan dengan banyaknya tuntutan karyawan terkait dengan upah.

“Masalahnya sudah santing, ibarat bahtera yang hampir tenggelam,” kiasnya.

Rusli menambahkan, pembayaran upah surut sesuai Pergub Aceh tentang UMP akan diberikan pihak managemen pada akhir tahun 2017 ini.

Komentar

Berita Terbaru