oleh

Ratusan Korban Jiwa jatuh pada Pertempuran Marawi

PENANEGERI, Desk Internasional- Sejumlah warga sipil diperkirakan telah terbunuh dalam pertempuran baku tembak antara tentara Filipina dan kelompok milisi Marawi yang dikaitkan dengan kelompok ISIS, dalam tiga minggu pertempuran, di Marawi.

Seorang politisi Filipina Zia Alonto Adiong mengatakan pada hari Kamis (15/6) bahwa orang-orang yang melarikan diri dari kota Marawi yang terkepung menyatakan telah melihat setidaknya 100 mayat dalam perjalanan keluar dari ibukota provinsi yang telah makin hancur oleh minggu-minggu pertempuran berdarah.

Zia Alonto Adiong, seorang pejabat di provinsi Lanao del Sur, mengatakan kepada  kantor berita Reuters dan wartawan di lapangan, bahwa antara 500 sampai 1.000 orang diyakini masih terjebak di Marawi, di mana pasukan pemerintah memerangi militan yang disebutkan terkait dengan kelompok negara Islam (ISIS).

“Terlihat mayat, setidaknya 100, tersebar di sekitar daerah pertempuran,”  ujar Zia Alonto Adiong  seperti dikutip kantor berita Reuters.

Militer Filipina mengatakan sedikitnya 290 orang – 206 gerilyawan, 58 tentara dan 26 warga – telah tewas dalam konflik sejauh ini,

Baca Juga  Bertambah, Jumlah Militan Asing  yang Tewas di Marawi

Zia Alonto Adiong, seorang politikus lokal yang membantu usaha bantuan di Marawi, mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis (15/6) bahwa 500-1.000 orang masih terjebak di kota tersebut, terletak di pulau selatan Mindanao.

“Terdapat kematian, setidaknya 100, tersebar di sekitar daerah pertempuran,” kata Adiong kepada pers.

Sukarelawan telah berusaha untuk membebaskan ratusan warga sipil yang tertangkap dalam baku tembak melalui “koridor perdamaian”, kata Adiong, namun banyak dari mereka yang terjebak masih memilih untuk bersembunyi daripada risiko yang ditemukan oleh para pejuang.

“Sebagian besar penduduk telah kehabisan makanan dan air,” jelas Adiong.

Sementara itu, menurut juru bicara militer Jo-Ar Herrera, satu dari tujuh saudara laki-laki Maute, Mohammad Noaim Maute, ditangkap di sebuah pos pemeriksaan sesaat setelah fajar menyingsing.

Kelompok Maute, yang dipimpin oleh dua saudara laki-laki Maute  berada di garis depan pertempuran sengit dengan pasukan keamanan untuk Marawi City sejak 23 Mei.

Sebagian besar saudara laki-laki Maute diyakini berada di Marawi. Orang tua mereka telah ditahan pada minggu lalu di kota-kota yang terpisah.

Baca Juga  Pria Asal Indonesia Ditangkap di Marawi

Militer mengatakan 290 orang tewas dalam pertempuran selama tiga minggu, termasuk 206 pejuang, 58 tentara dan 26 warga sipil.

Kota berpenduduk 200.000 ini sebagian besar telah ditinggalkan karena pertempuran tersebut, militer juga tengah mengepung daerah kantong milisi, akibat pertempuran di Marawi yang berkepanjangan ini para penduduk  sipil berusaha melarikan diri mengungsi ke kota-kota terdekat. (*)

Komentar

Berita Terbaru