oleh

Ratusan Mahasiswa Langsa Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kasus Peninstaan Agama

-Aceh-12 views

PENANEGERI, Langsa – Setelah ormas Islam melakukan aksi protes terkait penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri beberapa hari lalu. Kini, Kamis (12/4), sekitar 800 mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Langsa (Germala) melakukan aksi damai.

Sebelum melakukan aksinya, sekitar pukul 13.30 WIB, ratusan mahasiswa yang terdiri dari Politekkes Aceh Cabang Langsa, IAIN Langsa, Universitas Cut Nyak Dhien dan Unsam Langsa berkumpul di Lapangan Merdeka Langsa.

Kemudian, dengan pengawalan petugas dari Polres Langsa, massa melakukan long march mulai dari Lapangan Merdeka -Jalan Ahmad Yani – belok kiri depan RSUD Langsa menuju Jalan Teuku Umar dan berhenti di Tugu Paseh untuk melakukan orasi, setelah selesai massa kembali ke Lapangan Merdeka Langsa.

Amatan Penanegeri.com, dalam petisinya Germala meminta kepada penegak hukum di Indonesia agar tidak menunda-nunda proses hukum terhadap Sukmawati Soekarnoputri. Meminta kepada penegak hukum di Indonesia agar tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum.

“Penistaan agama merupakan permasalahan yang terus terjadi di masyarakat Indonesia saat ini dan berpotensi besar menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu kami meminta kepada pemerintah dan para penegak hukum untuk serius dalam mengatasi permasalahan ini dan menghukum dengan seberat-beratnya sesuai dengan aturan yang berlaku kepada siapapun pelaku penistaan agama agar kejadian serupa tak terulang,” sebut orator Germala saat menyampaikan petisinya.

Selanjutnya meminta kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penistaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya. Jika penegak hukum tidak melakukannya maka kami akan turun kembali dengan massa yang lebih besar.

Diharapkan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kota Langsa agar terus menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI di tengah-tengah perbedaan yang ada.

Komentar

Berita Terbaru