oleh

Razia Prostitusi Online Digelar di Bogor

PENANEGERI, Bogor – Razia untuk menjaring para pelaku prostitusi online digelar oleh pihak pemerintah Kota Bogor. Walikota Bogor, Bima Arya bersama tim dari Pemkot Bogor berhasil menjaring sejumlah anak muda yang berada di sebuah tempat di Bogor.

Sidak razia ini dilakukan di tempat kos di Jalan Otista dan Roda, Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Sabtu (23/12). Hasil dari razia, kata Bima Arya, mendapati 20 orang anak muda dengan kisaran 20 tahunan.

Bima Arya menjelaskan latar belakang sidak ini berdasarkan laporan yang masuk.

“Online. Masuk ke jaringan itu. ditawarkan lewat online, ada yang jemput di titik itu, yang dijemput dianter ke kamarnya. Dia (wanita) sudah siap di kamarnya. Jadi ini kan ada sistem, ini yang ingin kita bongkar, sistemnya kita bongkar. Bukan sekedar kenakalan biasa tetapi juga sistem kriminal di situ,” papar Walikota Bogor Bima Arya.

Menurut Bima, penggerebekan dilakukan setelah mendapat laporan terkait adanya kos-kosan di Kota Bogor yang dijadikan sarang prostitusi online.

Baca Juga  Seorang Wanita Ditangkap Karena 'Jual' Suami dalam Prostitusi Online

Bima lantas membentuk tim investigasi untuk menelusuri informasi tersebut. Selanjutnya, Bima melakukan razia.

“Jadi kita melakukan investigasi. Banyak indikasi kos kosan dijadikan tempat prostitusi terselubung menawarkan jasanya lewat online,” ucap Bima Arya.

Wali Kota Bogor mencurigai ada pelaku PSK menawarkan jasa prostitusi online kepada pelanggannya.

“Kita lihat ada dua pelaku yang menawarkan jasa, ada perantaranya, disediakan tempatnya,” lanjutnya.

“Jadi kami melakukan investigasi bahwa banyak indikasi kos-kosan dijadikan tempat prostitusi terselubung menawarkan jasannya lewat online,” kata Bima Arya usai razia di Jalan Oto Iskandar Dinata dan Jalan Roda, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu malam, 23 Desember 2017.

Bima Arya mengatakan, awalnya petugas masuk jaringan yang terbukti melakukan transaksi prostitusi online. Tim yang terdiri dari Dinas Sosial, Satpol PP, dan kepolisian itu kemudian melacak keberadaan lokasi di beberapa titik Kota Bogor. Setelah mendeteksi, terdapat beberapa titik yang dicurigai sebagai lokasinya.

Bima mengungkapkan, saat membongkar prostitusi tertangkap dua pelaku yang menawarkan jasa wanita. Pelaku juga menjadi perantara dan menyediakan lokasi. Alurnya, diitawarkan oleh pelaku melalui online kemudian pelaku menjemput dan diantar ke tempat wanita menunggu.

Baca Juga  Presiden Minta Anak-anak Manfaatkan Waktu Luang Untuk Bermain di Luar Ruangan

Pemkot Bogor akan melimpahkan kasus ini ke polisi untuk penjeratan kasus human trafficking. Alasannya, Bima melanjutkan, dua pelaku terbukti menjadi perantara prostitusi.

“Oh iya dong, ini kami dalami itu termasuk pemilik kontrakan, tadi yang ada buktinya. Ada permintaan uang, ada perantara, tempatnya. Semua kami undang semua (polisi), aparat kepolisian delik hukumnya seperti apa, karena ada bukti-bukti transaksinya itu tadi,” tegas Bima.

Selain prostitusi online, di titik lokasi lain petugas juga menggerebek kos-kosan yang kerap dijadikan muda-mudi kumpul. Menurut Bima, keberadaan indekos perlu ditertibkan agar tidak disalahgunakan oleh penghuninya berbuat asusila. (*)

Komentar

Berita Terbaru